Jabaran.id — Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data kegiatan diseminasi edukasi kesehatan lingkungan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan Dosen Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melaksanakan program pengembangan sistem digital pencatatan peserta kegiatan edukasi kesehatan. Program ini merupakan langkah konkret menuju transformasi digital dalam manajemen data kesehatan di tingkat daerah.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Asep Taufik Muharram, S.Kom., M.Kom mengatakan, selama ini diseminasi dan pencatatan peserta kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok masih dilakukan secara manual melalui lembar presensi. Cara ini menyulitkan proses pengelolaan data seperti pengumpulan nama peserta, asal institusi, dan alamat, karena tidak tersimpan dalam basis data yang terstruktur.
“Akibatnya, Dinas Kesehatan mengalami kendala dalam melakukan evaluasi, pemetaan penerima edukasi, serta perencanaan program lanjutan yang tepat sasaran,” ucap Asep.
Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menginisiasi solusi berupa platform digital terintegrasi bernama SiLingkar — Sinergi Masyarakat dan Teknologi untuk Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan yang telah melaksanakan serah terima sistem pada tanggal 30 Oktober 2025 di Kantor Dinas Kesehatan Kota Depok. Aplikasi SiLingkar dirancang dengan fitur pendaftaran online, presensi digital, dan basis data terpusat yang aman.
“Platform ini tidak hanya mempermudah proses administrasi kegiatan edukasi kesehatan, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data oleh Dinas Kesehatan Kota Depok,” terangnya.
Adapun tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengembangkan SiLingkar meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan pembangunan sistem, pelatihan pengguna, hingga implementasi dan evaluasi berkelanjutan. Uji coba awal akan dilakukan dalam skala terbatas untuk memastikan keandalan sistem sebelum diluncurkan secara penuh.
“Digitalisasi diseminasi dan proses pencatatan edukasi kesehatan ini melalui sistem SiLingkar tidak hanya mempermudah pengelolaan data, tetapi juga membantu Dinas Kesehatan dalam menilai efektivitas program dan memastikan masyarakat yang belum terjangkau dapat memperoleh edukasi secara merata,” jelas Asep.
Dengan diterapkannya sistem informasi digital SiLingkar, Dinas Kesehatan Kota Depok diharapkan mampu meningkatkan akurasi serta efisiensi dalam proses pencatatan data peserta kegiatan edukasi. Keberadaan basis data yang terstruktur akan mempermudah analisis dan evaluasi program secara menyeluruh, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan edukasi lanjutan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga berperan penting dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas Dinas Kesehatan, khususnya dalam penyusunan laporan dan penyampaian informasi kepada publik.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Depok, Resyana berharap dengan adanya SiLingkar ini, mudah-mudahan Kota Depok bisa terintegrasi dalam pembuatan kegiatan edukasi Kesehatan di Puskesmas dan fasilitas pelayanan Kesehatan di Kota Depok untuk menggaungkan kegiatan kemasyarakatan, penyuluhan dan edukasi.
“Program ini sejalan dengan visi Dinas Kesehatan Kota Depok dalam mengoptimalkan penerapan sistem informasi kesehatan berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui SiLingkar, diharapkan tercipta sinergi antara masyarakat dan teknologi menuju pengelolaan data kesehatan yang modern, efektif, dan berkelanjutan,” tutur Resyana. (*)
