Free Porn
xbporn
HomeJabarKepala Daerah Terkaya di Jawa Barat, Ada yang Rp 400 Miliar

Kepala Daerah Terkaya di Jawa Barat, Ada yang Rp 400 Miliar

Jabaran.id – Berikut adalah gambaran kekayaan tiga kepala daerah terkaya di Provinsi Jawa Barat berdasarkan laporan resmi harta kekayaan mereka di LHKPN:

1. Aep Syaepuloh (Pelaksana Tugas Bupati Karawang)

Aep Syaepuloh menduduki peringkat pertama sebagai kepala daerah terkaya di Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati, Aep Syaepuloh menggantikan Cellica Nurrachadiana dan saat ini menjadi pelaksana tugas bupati Karawang.

Harta kekayaan Aep Syaepuloh mencapai Rp400.848.758.908. Rinciannya:

  • Tanah dan bangunan: Rp329.451.658.500 (206 bidang di Purwakarta, Karawang, hingga Subang).
  • Alat transportasi dan mesin: Rp6.390.000.000.
  • Harta bergerak lainnya: Rp7.000.000.000.
  • Surat berharga: Rp10.970.000.000.
  • Kas dan setara kas: Rp11.666.426.493.
  • Harta lainnya: Rp35.370.673.915.

2. Nina Agustina (Bupati Indramayu)

Nina Agustina, Bupati Indramayu periode 2021-2026, menempati posisi kedua dengan kekayaan mencapai Rp32.734.891.896. Rinciannya:

  • Tanah dan bangunan: Rp31.337.270.000 (25 bidang di Bogor, Depok, dan Surabaya).
  • Alat transportasi dan mesin: Tidak memiliki.
  • Harta bergerak lainnya: Rp5.666.100.000.
  • Surat berharga: Rp1.200.000.000.
  • Kas dan setara kas: Rp48.963.041.
  • Hutang: Rp5.517.441.145.

3. Marwan Hamami (Bupati Sukabumi)

Marwan Hamami, Bupati Sukabumi dalam periode keduanya sejak tahun 2016, menempati posisi ketiga dengan kekayaan mencapai Rp29.935.439.305. Rinciannya:

  • Tanah dan bangunan: Rp27.491.985.304 (47 aset di Sukabumi).
  • Alat transportasi dan mesin: Rp669.000.000.
  • Harta bergerak lainnya: Rp1.500.000.000.
  • Surat berharga: Rp30.000.000.
  • Kas dan setara kas: Rp244.454.001.

Kekayaan ketiga kepala daerah ini mencerminkan ragam aset mewah, termasuk tanah, bangunan, kendaraan, dan harta bergerak lainnya. Data LHKPN mengungkapkan dimensi kekayaan para pemimpin daerah di Jawa Barat, menciptakan gambaran keberagaman ekonomi di tingkat kepala daerah. (*)

TERBARU

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here