HomePolitikKader PDI Perjuangan Depok Mengetuk Pintu Sejarah di Limo: Sowan ke Eks...

Kader PDI Perjuangan Depok Mengetuk Pintu Sejarah di Limo: Sowan ke Eks Ajudan Bung Karno

Jabaran.id – Jarum jam seperti bergerak melambat di sebuah rumah di kawasan Kecamatan Limo, Kota Depok. Di dalam rumah tersebut, duduk seorang pria sepuh yang menyimpan memori emas bangsa ini. Beliau adalah Mayor (Purnawirawan) Sribusuno, mantan ajudan pribadi Sang Proklamator, Ir. Soekarno.

Meskipun usianya kini telah melewati angka 90 tahun, ingatan Mbah Sri—sapaan akrabnya—masih mampu memanggil kembali fragmen-fragmen perjuangan masa lalu dengan sangat jernih.

Momen emosional inilah yang terekam saat jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Limo menggelar aksi “sowan” atau silaturahmi ke kediaman Mbah Sri.

 

- Advertisement -

 

 

6 Pengurus PAC PDI Perjuangan Depok Kecamatan Limo saat silaturahmi ke mantan ajudan pribadi Bung Karno, Mayor (Purnawirawan) Sribusuno di
Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa, 16 Juni 2026. Foto : PAC Limo

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Limo, Rabani Razak, didampingi sekretaris PAC dan seluruh pengurus ranting se-Kecamatan Limo ini, digelar khusus dalam rangka merefleksikan Bulan Bung Karno serta memperingati Haul Bung Karno.

“Kami hadir ke kediaman pengawal pribadi Pak Soekarno untuk mendengar langsung cerita sejarah perjuangan. Ini adalah bagian dari refleksi perjuangan Bung Karno langsung dari saksi hidupnya,” ujar Ketua PAC PDI Perjuangan Limo, Rabani Razak.

Bagi Rabani dan para pengurus partai, mendengarkan kesaksian Mbah Sri bukan sekadar bernostalgia, melainkan meneguk langsung mata air sejarah. Mbah Sri mengisahkan bagaimana sosok Bung Karno di matanya yang begitu dekat. Beliau bercerita bahwa Bung Karno adalah sosok yang sangat cerdas dan memiliki daya ingat yang luar biasa kuat.

Lebih dari itu, hal yang paling membekas di hati Mbah Sri adalah kepedulian mendalam Bung Karno terhadap rakyat kecil. Pada zaman itu, Indonesia dihormati sebagai bangsa yang besar di kancah dunia karena kemampuan Bung Karno menyatukan berbagai kelompok, suku, dan golongan atas nama satu bangsa: Indonesia.

Mendapat kunjungan dari generasi yang jauh lebih muda, wajah Mbah Sri tampak berbinar. Beliau mengaku sangat gembira dan terharu karena ternyata masih banyak generasi hari ini yang tulus ingin mempelajari dan mengingat kembali rekam jejak perjuangan Sang Proklamator.

Di usia senjanya, Mbah Sri tidak pelit membagikan wejangan kehidupan. Ada tiga pesan mendalam yang ia titipkan kepada para pengurus PAC PDI Perjuangan Limo yang hadir sore itu. Pertama, jangan pernah menyakiti orang lain jika kita sendiri tidak ingin disakiti. Kedua, rajin-rajinlah bersilaturahmi selagi masih hidup, karena jika raga sudah tak ada, kesempatan itu akan hilang. Ketiga, jangan pernah lupa berbagi dengan sesama karena dengan berbagi, secara tidak langsung kita sedang menanam kebahagiaan di hati orang lain.

Di akhir pesannya, Mbah Sri menekankan satu semboyan abadi yang selalu diadakan Bung Karno, yaitu Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Semboyan ini harus tetap dipegang teguh sebagai kompas moral bangsa oleh generasi penerus.

Semangat Jasmerah ini pula yang terus digelorakan di tingkat kota. Dihubungi secara terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Depok, Hj. Yuni Indriany, turut memberikan pesan mendalam terkait momentum bersejarah ini. Beliau menegaskan bahwa Jasmerah jangan sampai dilupakan.

“Generasi saat ini harus terus memaknai hari lahirnya Bung Karno sebagai simbol Proklamator dan Bapak Bangsa yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi Indonesia,” ucap Hj. Yuni.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here