Jabaran.id – SDN Mekarjaya 21 menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas VI untuk tahun pelajaran 2025/2026. Sebanyak 43 siswa dinyatakan lulus dan siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Acara perpisahan yang berlangsung khidmat tersebut diramaikan dengan beragam pertunjukan seni dari para siswa, mulai dari tarian tradisional hingga penampilan paduan suara yang dibawakan langsung oleh siswa kelas VI .
Kepala SDN Mekarjaya 21, Eko Agusnehing Purwaningsih, menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para siswanya yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan baru di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh siswa kelas VI atas kelulusannya. Teruslah berjuang dan raihlah cita-cita setinggi mungkin,” ujar Eko.
Dalam momen penting tersebut, Eko Agusnehing Purwaningsih menyampaikan empat pesan fundamental yang diharapkan dapat menjadi bekal karakter bagi para siswa saat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pertama .
Pesan pertama berkaitan dengan keteguhan dalam menjalankan ibadah. Kepada para siswa yang beragama Islam, Eko berpesan untuk tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu karena merupakan tiang agama. Sementara itu, bagi siswa yang beragama non-muslim, ia mengingatkan untuk tetap rajin beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing, misalnya ke gereja bagi yang beragama Kristen.

“Pesan pertama, bagi yang muslim, jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu. Ini adalah tiang agama. Bagi yang non-muslim, rajinlah beribadah, bagi yang Kristen ke gereja,” pesan Eko.
Lebih lanjut, pesan kedua yang disampaikan adalah mengenai pentingnya menjaga karakter, adab, dan sopan santun, terutama terhadap kedua orang tua dan guru. Eko menekankan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari nilai akademis, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.
Pesan ketiga yang tidak kalah penting adalah penguatan karakter untuk berani berkata ‘tidak’ ketika diajak kepada perbuatan yang tidak baik. Ia menilai kemampuan menolak pengaruh negatif menjadi benteng utama bagi pelajar di usia remaja.

“Ketiga, kuatkan karakter untuk berkata tidak jika ada yang mengajak ke perbuatan yang tidak baik. Ini penting sebagai benteng diri,” imbuhnya.
Pesan keempat yang disampaikan Eko adalah amanat untuk selalu menjaga nama baik almamater SDN Mekarjaya 21 di mana pun para lulusan melanjutkan sekolah. Ia berharap para siswa dapat menjadi duta sekolah yang membawa citra positif melalui prestasi dan perilaku terpuji di lingkungan baru mereka.
“Pesan keempat, jaga nama baik sekolah SDN Mekarjaya 21. Kalian adalah perpanjangan tangan sekolah di masyarakat,” pungkas Eko.
Penekanan pada pesan-pesan tersebut sejalan dengan capaian SDN Mekarjaya 21 yang dikenal konsisten dalam membangun pendidikan berbasis karakter. Konsistensi ini bahkan telah membawa sekolah meraih dua penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu kategori Sekolah Teraktif dan kategori Inovasi Pelibatan Catur Pusat Pendidikan .
“Alhamdulillah, piala ini adalah bukti dari kerja keras kami semua – mulai dari para guru, komite sekolah, koordinator kelas, hingga orangtua murid. Penghargaan ini menunjukkan bahwa hasil tidak mengkhianati usaha keras yang telah dilakukan oleh seluruh warga sekolah,” ujar Eko. (*)
