Jabaran.id – Semarak tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah kembali dirasakan di lingkungan SDN Mekarjaya 12. SDN tersebut menggelar kegiatan pawai atau tarhib yang melibatkan siswa-siswi muslim dari kelas I hingga kelas V. Dengan penuh semangat, para siswa berkeliling di sekitar lingkungan sekolah sambil membawa berbagai atribut khas perayaan Muharram, seperti poster berisi kalimat takbir, ucapan selamat tahun baru Islam, serta replika sederhana bertema hijrah.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Mekarjaya 12, Syarifah Silvia, menjelaskan bahwa kegiatan tarhib ini merupakan salah satu program unggulan di momen tahun baru Hijriyah. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan siswa kelas I hingga V yang beragama muslim menjadi fokus utama dalam pelaksanaan tahun ini.

“Ini adalah momen 1 Muharram 1448 Hijriyah, SDN Mekarjaya 12 mengadakan kegiatan pawai atau tarhib. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswa kelas I sampai V yang beragama muslim turut serta berkeliling lingkungan sekitar sekolah,” ujar Syarifah Silvia.
Syarifah Silvia menambahkan seluruh peserta telah menjalani sesi pembekalan sebelum pawai, yang mencakup pemahaman makna hijrah, adab berjalan di jalan umum, serta teknik membawa atribut dengan aman.
“Kami juga mengajarkan kepada anak-anak tentang sejarah ditetapkannya tahun Hijriyah pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Tahun baru Islam tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang introspeksi diri dan semangat berubah menjadi lebih baik,” terang Syarifah Silvia.
Sementara itu, Kepala SDN Mekarjaya 12, Epon Sumiarsih, menegaskan bahwa kegiatan tarhib bukan sekadar arak-arakan biasa. Menurutnya, pawai ini memiliki dimensi dakwah yang kuat, di mana para siswa didorong untuk menjadi duta kecil yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan Islam kepada warga sekitar.

“Ini juga bagian dari kegiatan untuk mensyiarkan agama Islam kepada masyarakat, tentang momen perayaan hari besar agama Islam. Jadi, siswa memiliki peran untuk mensyiarkan agama Islam,” kata Epon Sumiarsih.
Lebih jauh, Epon Sumiarsih menjelaskan bahwa tarhib Muharram menjadi salah satu instrumen pembentukan karakter siswa yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini tidak berhenti ketika pawai usai, tetapi terus dipupuk dalam keseharian di lingkungan sekolah.
“Ini tentang pembentukan karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan. Ketika anak-anak turun ke jalan membawa atribut Islam, mereka belajar tentang keberanian, tanggung jawab, dan kebanggaan menjadi seorang muslim. Itu tidak bisa diajarkan hanya dari buku,” pungkas Epon Sumiarsih. (*)
