Jabaran.id – Kegiatan Pesantren Ramadan di SMPN 20 Depok tidak hanya diisi dengan pembelajaran keagamaan di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang melibatkan langsung para siswa di tengah masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para pelajar membagikan lebih dari seribu paket takjil kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Depok.
Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu agenda yang menonjol dalam program Pesantren Ramadan yang diselenggarakan sejak awal masuk sekolah pada bulan suci Ramadan. Para siswa dari setiap tingkat kelas terlibat aktif menyiapkan paket takjil yang kemudian dibagikan kepada masyarakat di beberapa titik wilayah.

Humas SMPN 20 Depok, Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sekaligus mengamalkan pembelajaran keagamaan yang telah diberikan selama Pesantren Ramadan.
Menurut Prasetyo, kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa dari kelas VII, VIII, hingga IX dengan jumlah paket yang cukup besar. Ia menyebutkan bahwa setiap siswa membawa satu paket takjil yang kemudian dikumpulkan untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Kelas VII menyiapkan sebanyak 216 paket takjil yang dibagikan di Jalan Meruyung. Kemudian kelas VIII menyiapkan sekitar 470 paket takjil yang dibagikan di kawasan Meruyung. Sementara itu kelas IX menyiapkan 520 paket takjil yang dibagikan di wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa isi dari paket takjil tersebut tidak ditentukan secara khusus oleh pihak sekolah. Setiap siswa diberikan kebebasan untuk menyiapkan paket sesuai kesepakatan di masing-masing kelas.
“Setiap siswa membawa satu paket takjil, namun isi paketnya tidak ditentukan oleh sekolah. Hal itu disepakati oleh siswa di kelas masing-masing, sehingga mereka bisa berkreasi dalam menyiapkan takjil untuk dibagikan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat memahami nilai berbagi serta merasakan langsung interaksi sosial dengan masyarakat sekitar, khususnya pada momentum Ramadan yang identik dengan semangat kepedulian dan kebersamaan.

Selain kegiatan sosial, rangkaian Pesantren Ramadan di SMPN 20 Depok juga diisi dengan berbagai materi pembelajaran keagamaan yang disampaikan sejak awal kegiatan dimulai. Materi tersebut mencakup berbagai aspek dasar dalam pendidikan Islam yang bertujuan memperkuat pemahaman dan karakter religius para siswa.
Prasetyo menjelaskan bahwa selama Pesantren Ramadan berlangsung, para siswa mendapatkan pembelajaran tentang tajwid, hadist, akhlak, fiqih, mahfudzot, serta doa-doa harian yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.
“Kegiatan Pesantren Ramadan dimulai sejak awal masuk sekolah. Para siswa mendapatkan materi-materi keagamaan seperti tajwid, hadist, akhlak, fiqih, mahfudzot, dan juga doa-doa harian,” ungkapnya.
Untuk memperkaya wawasan para siswa, SMPN 20 Depok juga menghadirkan narasumber dari luar sekolah yang turut memberikan materi selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pemateri eksternal tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi siswa dalam memahami nilai-nilai keagamaan.
Memasuki pekan kegiatan berikutnya, Pesantren Ramadan juga diisi dengan berbagai perlombaan bernuansa keagamaan yang melibatkan seluruh siswa. Kompetisi tersebut dilaksanakan antar kelas untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus kreativitas para pelajar.
Beberapa lomba yang diselenggarakan antara lain lomba kaligrafi, cerdas cermat keagamaan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), olimpiade keagamaan, hingga lomba pidato bertema religius. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus keberanian siswa dalam mengekspresikan pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islam.
Selain itu, kegiatan Pesantren Ramadan di SMPN 20 Depok juga akan ditutup dengan kegiatan santunan kepada anak yatim. Program santunan tersebut direncanakan berlangsung pada hari terakhir rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial serta penanaman nilai empati kepada para siswa. (*)
