HomePendidikanPesantren Ramadhan di SDN Mekarjaya 21 untuk Sinergi Akhlak dan Gerakan 7...

Pesantren Ramadhan di SDN Mekarjaya 21 untuk Sinergi Akhlak dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat

Jabaran.id – Suasana religius menyelimuti lingkungan SDN Mekarjaya 21 di penghujung bulan suci Ramadhan. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Sukmajaya ini menggelar kegiatan tahunan pesantren Ramadhan yang dikemas dengan nama “Pesantren Ramadhan Ceria”. Mengusung tema “Penguatan Kualitas Akhlak dalam Pesantren Kilat Agar Menjadi Pribadi yang Mulia”, kegiatan ini dirancang khusus untuk membentuk karakter siswa melalui pendekatan spiritual dan pembiasaan positif selama bulan penuh berkah.

Kepala SDN Mekarjaya 21, Eko Agusnehing Purwaningih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan dalam bidang keagamaan yang selalu dinantikan oleh para peserta didik. Pihak sekolah sengaja mengangkat tema akhlak sebagai fokus utama karena dinilai sebagai fondasi pendidikan karakter yang esensial bagi anak usia sekolah dasar. “Ini adalah kegiatan tahunan dalam bidang keagamaan. Dengan mengangkat tema akhlak, ini merupakan pendidikan karakter yang diimplementasikan dengan akhlak siswa,” ujar Eko saat ditemui di sela-sela acara, Senin.

Eko Agusnehing Purwaningih menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya cukup diajarkan secara teori di dalam kelas, tetapi harus dipraktikkan dalam keseharian. Pihaknya bersyukur momen Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mengintensifkan pembinaan akhlak mulia kepada seluruh siswa. Melalui pesantren kilat ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga bimbingan langsung mengenai tata cara ibadah yang benar dan pembiasaan perilaku terpuji sesuai tuntunan agama.

Pada hari pertama pelaksanaan, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjamaah yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para siswa. Suasana kian syahdu ketika mereka melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, membaca ayat-ayat suci dengan penuh semangat di bulan yang istimewa ini. Setelah rangkaian ibadah pagi usai, acara inti pesantren Ramadhan Ceria resmi dibuka langsung oleh Kepala Sekolah.

- Advertisement -

Dalam sambutan pembukaannya, Eko Agusnehing Purwaningih memberikan wejangan khusus kepada seluruh peserta didik agar memanfaatkan momen pesantren kilat ini dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar anak-anak tidak hanya mengikuti acara sebagai rutinitas belaka, tetapi benar-benar menyerap nilai-nilai kebaikan yang diajarkan.

“Laksanakan kegiatan pesantren Ramadhan dengan baik, implementasikan gerakan 7 anak Indonesia hebat dalam kegiatan ini,” pesan Eko.

Yang menarik dari penyelenggaraan pesantren kilat di SDN Mekarjaya 21 tahun ini adalah adanya upaya integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan program nasional Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah . Program yang mencanangkan kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat ini dinilai selaras dengan tujuan pesantren Ramadhan untuk membentuk pribadi siswa yang mulia .

Para ahli pendidikan memandang bahwa masa sekolah dasar adalah fase emas pembentukan kebiasaan. Anak pada usia ini masih sangat responsif terhadap arahan dan mudah meniru kebiasaan positif dari lingkungan sekitarnya . Psikolog pendidikan menekankan bahwa pembiasaan tidak memerlukan banyak teori, tetapi membutuhkan praktik yang konsisten, berkelanjutan, dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk membentuk karakter yang kuat. Oleh karena itu, pengintegrasian gerakan kebiasaan baik ke dalam kegiatan pesantren kilat menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi.

Setelah sesi pembukaan dan arahan dari kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 14 anak yatim yang berada di lingkungan SDN Mekarjaya 21. Aksi sosial ini menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama yang diajarkan dalam Islam.

Kegiatan pesantren kilat kemudian berlanjut ke sesi inti pembelajaran, di mana para peserta didik mendapatkan materi tentang akhlak mulia melalui metode yang menarik. Mereka tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga aktif diajak untuk membaca dan menghafal hadis-hadis pendek tentang akhlak sehari-hari. Di antara hadis yang diajarkan adalah hadis tentang kasih sayang, hadis tentang tata cara makan dan minum yang sesuai sunnah, serta hadis tentang pentingnya senyum sebagai sedekah yang paling mudah.

Pembelajaran hadis-hadis tersebut dipilih dengan cermat oleh para guru karena relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Hadis tentang makan dan minum misalnya, mengajarkan siswa untuk tidak berlebihan, membaca doa sebelum dan sesudah makan, serta menggunakan tangan kanan. Sementara itu, hadis tentang senyum mengajarkan mereka untuk selalu menebarkan wajah ceria dan ramah kepada teman, guru, dan orang tua di rumah.

“Nilai-nilai sederhana ini jika dibiasakan sejak dini akan membentuk kepribadian anak yang santun dan berakhlak mulia di masa depan,” terangnya.

Eko menambahkan, pemilihan materi akhlak dan hadis-hadis praktis ini bertujuan agar siswa dapat langsung mengaplikasikannya dalam keseharian, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Pihaknya berharap melalui pesantren kilat ini, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur.

“Cita-cita mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagaimana dicanangkan dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat terwujud,” jelasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here