HomePendidikanKokurikuler SMPN 26 Depok Bahas Lingkungan dan Kreasi Eco Brick

Kokurikuler SMPN 26 Depok Bahas Lingkungan dan Kreasi Eco Brick

Jabaran.id – SMPN 26 Depok secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan kokurikuler intensif yang melibatkan seluruh peserta didik dari jenjang kelas VII, VIII, hingga IX dengan mengusung tema besar ‘Generasi Sehat dan Bugar’. Agenda yang dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan ini berlangsung dengan durasi yang berbeda, di mana siswa kelas VII dan VIII memulai aktivitas sejak tanggal 20 hingga 24 April 2026, sementara siswa kelas IX mengikuti rangkaian kegiatan mulai tanggal 22 hingga 24 April 2026.

Koordinator Kokurikuler SMPN 26 Depok, Evi Helistina, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan untuk membentuk kesadaran ekologis siswa melalui tindakan nyata di area sekolah. Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah program penghijauan yang bersifat edukatif, yakni pemberian label identitas pada pohon-pohon yang tersebar di lingkungan sekolah.

SMPN 26 Depok kokurikuler 2

“Langkah ini diambil agar siswa tidak hanya sekadar melihat tanaman sebagai objek estetika, tetapi juga mengenali jenis dan manfaat biologis dari vegetasi yang ada di sekitar mereka,” ucap Evi Helistina.

- Advertisement -

Selain aksi fisik di lapangan, Evi Helistina memaparkan bahwa para siswa didorong untuk menuangkan kreativitas mereka melalui pembuatan poster edukatif mengenai kepedulian lingkungan. Karya-karya terbaik dari hasil kreativitas siswa tersebut nantinya akan dikurasi dan dipajang secara permanen di titik-titik strategis area sekolah sebagai media kampanye visual bagi seluruh warga sekolah.

“Hal ini diharapkan mampu memperkuat pesan mengenai pentingnya menjaga ekosistem secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam upaya menangani persoalan limbah plastik, SMPN 26 Depok juga memperkenalkan pembelajaran inovatif mengenai ecobrick. Evi Helistina menekankan bahwa para siswa diberikan pemahaman mendalam tentang teknik pemadatan plastik bekas ke dalam botol hingga mencapai densitas tertentu, yang kemudian dirangkai menjadi instalasi seni kreatif berupa nama sekolah.

“Fakta teknis mengenai ecobrick ini menjadi penting karena satu botol ecobrick berukuran 600 ml dapat mengisolasi sekitar 200 hingga 250 gram sampah plastik yang sulit terurai, sehingga mencegah mikroplastik mencemari tanah dan saluran air di sekitar pemukiman,” jelasnya.

Melengkapi aspek teknis tersebut, Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai spiritual dan sosial. Beliau menyatakan bahwa menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perilaku menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan wujud nyata dari keimanan seorang siswa.

“Melalui program ini, sekolah berupaya membangun pondasi karakter yang kokoh agar siswa mampu menunjukkan sikap kerja sama dan gotong-royong dalam menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing,” katanya.

Ahmad Sujai menambahkan bahwa sasaran akhir dari kegiatan kokurikuler ini adalah terciptanya komitmen jangka panjang dari para siswa untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data kesehatan, penerapan PHBS di lingkungan sekolah seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan sanitasi, dan mengelola sampah secara mandiri dapat menurunkan risiko penyakit menular hingga 45 persen pada remaja.

“Dengan integrasi antara aksi lingkungan dan penguatan karakter, SMPN 26 Depok optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kelestarian alam,” ucapnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here