Jabaran.id – Ada pemandangan berbeda di kantin Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal pada Senin pagi, 20 April 2026. Tak ada sekat formalitas yang kaku atau meja rapat yang panjang. Sebaliknya, aroma kopi yang mengepul dan tawa ringan menjadi latar pembuka kepemimpinan Nu’man Fauzi sebagai Kepala Lapas (Kalapas) Terbuka Kendal.
Melalui agenda bertajuk Coffee Morning, Nu’man Fauzi memilih cara diplomasi meja makan untuk memulai langkah pertamanya. Ia percaya bahwa di balik tugas berat menjaga ketertiban dan pembinaan, komunikasi yang cair adalah kunci utama mesin organisasi bisa berlari kencang.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang perkenalan seremonial. Bagi Nu’man, suasana santai di kantin adalah strategi untuk meruntuhkan dinding pembatas antara pimpinan dan jajaran pejabat struktural. Dalam balutan suasana informal, koordinasi justru seringkali berjalan lebih jujur dan efektif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap komunikasi yang baik dapat terbangun, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ujar Kalapas.
Selain sebagai ajang perkenalan, pertemuan ini menjadi forum diskusi untuk menampung masukan, kendala, serta inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja Lapas Terbuka Kendal.
Melalui coffee morning, diharapkan tercipta suasana kerja yang harmonis dan kolaboratif demi tercapainya tujuan organisasi secara optimal.
