Jabaran.id – Dinas Pendidikan Kota Depok menggelar pelatihan pengembangan kompetensi guru yang berfokus pada penyusunan asesmen sumatif pada tanggal 5 hingga 6 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Depok ini diikuti oleh para pengawas SMP serta perwakilan dari berbagai Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kota Depok. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas instrumen penilaian di tingkat SMP, dengan penekanan pada pembuatan soal dalam format pilihan ganda.
Kepala Seksi Kurikulum SMP pada Dinas Pendidikan Kota Depok, Fitra Sukandar, menjelaskan bahwa latar belakang penyelenggaraan pelatihan ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengubah paradigma guru dalam menyusun alat ukur kemampuan siswa.

“Karena soal itu ada banyak tipenya, tidak hanya pilihan ganda saja. Kalau di TKA ada pilihan ganda yang kompleks dan sederhana. Kita ingin meng-upgrade pengetahuan guru dalam pembuatan soal,” ujar Fitra Sukandar.
Fitra Sukandar menambahkan bahwa selama ini banyak pendidik cenderung menggunakan soal pilihan ganda yang didalamnya ada keberagaman bentuk soal yang sangat penting untuk dipahami dalam mengukur berbagai tingkat kemampuan berpikir siswa. Pelatihan ini, menurutnya, menjadi momen krusial bagi para guru untuk memperkaya khazanah teknik asesmen mereka.
Dalam penjelasannya yang lebih komprehensif terkait tema asesmen sumatif, Fitra Sukandar mengungkapkan bahwa soal yang berkualitas harus mampu mengkontekstualkan dengan kehidupan nyata yang dihadapi siswa saat ini.
“Karena soal yang bagus bisa mengkontekstualkan dengan kehidupan sekarang. Bisa menstimulan kemampuan siswa dalam memahami sebuah permasalahan siswa,” jelasnya.
Ia memaparkan fakta bahwa siswa akan lebih termotivasi ketika menghadapi soal yang relevan dengan pengalaman keseharian mereka, seperti fenomena lingkungan, interaksi sosial di era digital, hingga persoalan ekonomi yang terjadi di lingkungan keluarga, dibandingkan dengan soal-soal abstrak yang hanya mengandalkan hafalan.
Fitra Sukandar juga menyampaikan fakta penting bahwa pelatihan ini diikuti oleh 13 organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang hadir. Ke-13 MGMP tersebut mencakup berbagai bidang studi mulai dari Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Sosial, hingga Pendidikan Agama dan mata pelajaran lainnya. Menurut Fitra, pemilihan perwakilan dari masing-masing MGMP dilakukan secara strategis agar materi pelatihan dapat menyentuh seluruh rantai pembelajaran di Kota Depok.
“Diharapkan perwakilan ini bisa berbagi pengetahuan dari materi yang didapat kepada sesama anggota MGMP, dan juga ke guru yang lainnya di sekolah masing-masing,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa model pelatihan berjenjang seperti ini dinilai paling efektif untuk menjangkau ratusan guru sekaligus dalam waktu yang relatif singkat, mengingat tidak memungkinkan bagi seluruh pendidik di Kota Depok untuk hadir secara langsung dalam satu tempat yang sama selama dua hari.
Fakta lain yang diungkapkan oleh Fitra Sukandar berkaitan dengan urgensi asesmen sumatif yang berkualitas adalah kemampuannya dalam mendiagnosis kelemahan dan kekuatan siswa secara lebih akurat. Dengan soal yang bervariasi dan kontekstual, guru dapat mengetahui bagian mana dari proses pembelajaran yang belum dipahami siswa, serta keterampilan apa yang sudah mulai terbentuk. Hal ini berbeda dengan soal pilihan ganda yang kerap hanya mengukur kemampuan mengenali jawaban benar tanpa menggali proses berpikir di balik pilihan tersebut.
“Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pendampingan di tingkat sekolah dan kelompok MGMP masing-masing, sehingga peningkatan kualitas soal asesmen sumatif dapat terlihat nyata pada pelaksanaan penilaian tengah semester maupun akhir semester mendatang,” pungkasnya. (*)
MGMP SMP yang diundang diantaranya :
- MGMP Bahasa Sunda
- MGMP Prakarya
- MGMP Matematika
- MGMP Bahasa Inggris
- MGMP IPA
- MGMP Informatika
- MGMP Bahasa Indonesia
- MGMP PJOK
- MGMP PKN
- MGMP IPS
- MGMP Seni Budaya
- MGMP PAI
- MGMP PAK
