Jabaran.id — Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dibalut dengan giat napak tilas sejarah Pemerintahan Kabupaten Bogor. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade, bersama puluhan peserta menggunakan sepeda motor menyusuri jalur bersejarah dari eks Pendopo Kawedanaan Jasinga hingga berakhir di Pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Giat tersebut menjadi momentum mengenang perjalanan panjang Pemkab Bogor sekaligus menghormati jasa para tokoh yang pernah berperan dalam membangun daerah di masa lalu. Selain diikuti jajaran pemerintah daerah, napak tilas juga melibatkan unsur DPRD Kabupaten Bogor serta berbagai elemen masyarakat.
Rombongan melintasi sejumlah titik bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor pada masa lampau.
Jaro Ade menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HJB, tetapi juga upaya menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah daerahnya.
Jaro Ade menyebutkan, terdapat sejumlah situs bersejarah yang masih menyimpan jejak perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor. Salah satunya berada di kawasan Jaman yang pernah menjadi lokasi tempat tinggal tokoh penting dalam sejarah pemerintahan daerah.
Jaro Ade berharap situs-situs tersebut dapat mendapat perhatian lebih agar nilai sejarahnya tetap terjaga.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menghargai perjalanan sejarah Kabupaten Bogor. Ada banyak peninggalan yang masih bisa dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” tutur Jaro Ade.
Perjalanan napak tilas yang menempuh medan perbukitan dan jalur licin juga memberikan gambaran tentang beratnya perjuangan para pendahulu dalam menjalankan roda pemerintahan.
Beberapa peserta bahkan sempat mengalami insiden ringan akibat kondisi jalan yang menantang. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat rombongan untuk menyelesaikan perjalanan hingga titik akhir.
Jaro Ade menilai perjuangan yang dilakukan para tokoh terdahulu jauh lebih berat dibandingkan kondisi saat ini. Jika peserta napak tilas menggunakan kendaraan bermotor, para pendahulu harus menempuh perjalanan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana pada zamannya.
Jaro Ade juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor, pimpinan DPRD, anggota dewan, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, napak tilas sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor berharap semangat perjuangan para pendahulu dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Napak tilas sejarah tersebut diharapkan menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan Hari Jadi Bogor sebagai sarana edukasi sekaligus penguatan identitas daerah.
Perjalanan yang berakhir di Pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor di Desa Malasari menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah pemerintahan daerah yang telah berkembang selama 544 tahun hingga menjadi Kabupaten Bogor seperti saat ini.
