Jabaran.id – Dugaan aksi perundungan dan kekerasan fisik kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswa kelas 2 SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Aceh, terpaksa dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon usai diduga dikeroyok oleh sejumlah seniornya dari kelas 3 pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan rekaman video yang diunggah akun Instagram @acehworldtime, peristiwa bermula saat korban diajak oleh beberapa siswa senior menuju lahan kosong di belakang kompleks sekolah. Dalam cuplikan video tersebut, tampak kerumunan siswa mengelilingi lokasi sebelum aksi penganiayaan terjadi. Teman-teman sebaya korban dilaporkan tak berkutik dan tidak berani memberikan pertolongan lantaran kalah jumlah dari para pelaku.
Kondisi korban kian memprihatinkan setelah kepalanya dilaporkan terbentur batu hingga kehilangan kesadaran. Meski korban sudah dalam keadaan tidak berdaya, para pelaku diduga tetap melayangkan pukulan dan tendangan. Akibat luka fisik yang cukup parah, korban langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Insiden kekerasan berbasis senioritas ini memicu gelombang kemarahan publik di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut telah menyedot lebih dari 8.700 komentar warga net yang mengecam keras tindakan brutal para pelaku serta sikap pasif para siswa yang menyaksikan kejadian tersebut tanpa melerai.
Pihak keluarga korban beserta masyarakat luas mendesak pihak manajemen sekolah dan aparat kepolisian setempat untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Langkah tegas dan penegakan hukum dinilai sangat krusial agar aksi premanisme di lingkungan pendidikan ini dapat diusut tuntas dan tidak kembali terulang di masa mendatang.
