Jabaran.id – Polisi selidiki kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang siswa kelas 2 SMAN Unggul Bener Meriah, Aceh. Kini, korban dilaporkan kritis dan harus dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon usai dianiaya oleh sejumlah senior kelas 3 pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, menegaskan bahwa kepolisian langsung bergerak cepat mendalami insiden kekerasan di lingkungan sekolah tersebut.
“Kepolisian telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap fakta terkait dugaan aksi penganiayaan ini,” ujar Aris.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses hukum akan berjalan sesuai prosedur dengan mengumpulkan alat bukti yang kuat serta memeriksa para saksi terkait dugaan kasus penganiayaan di SMAN Unggul Bener Meriah.
“Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa saksi serta mengumpulkan dan melengkapi alat bukti. Kami juga mempertimbangkan ketentuan mengenai anak yang berhadapan dengan hukum serta aspek perlindungan anak,” tegas Aris.
Berdasarkan data awal, aksi penganiayaan berawal dari perselisihan antara korban dan para pelaku. Dalam rekaman video yang viral di akun Instagram @acehworldtime, korban sempat dibawa oleh rombongan senior ke lahan kosong di belakang kompleks sekolah sebelum akhirnya dikeroyok.
Korban dilaporkan mengalami luka parah hingga pingsan akibat kepalanya terbentur batu. Meski korban sudah tak berdaya, para pelaku tetap melayangkan pukulan dan tendangan. Teman-teman sebaya korban tak berani melerai karena kalah jumlah.
Pihak kepolisian masih menunggu kondisi korban membaik sebelum meminta keterangan resmi. “Pemeriksaan terhadap korban akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya dinilai memungkinkan untuk memberikan keterangan kepada penyidik,” tutup Aris.
Aksi premanisme berkedok senioritas di SMAN Unggul Bener Meriah ini memicu kemarahan publik. Puluhan ribu netizen mendesak aparat kepolisian dan pihak sekolah menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
