Jabaran.id – Limbah kertas di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui Pojok Kriya Maja, Tim PANGLIMAJA Salam UI mendorong para pengrajin dan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) mengolahnya menjadi produk anyaman yang memiliki nilai jual dan peluang pasar lebih luas.
Pojok Kriya Maja sendiri merupakan satu dari lima pojok literasi dalam program Panggung Literasi Masyarakat Berkelanjutan (PANGLIMAJA). Langkah strategis ini dirancang khusus untuk mendongkrak kapasitas warga, mulai dari pemahaman tren pasar global, peningkatkan standar kualitas, manajemen produksi, hingga inovasi desain kerajinan berbasis prinsip keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian pelatihan intensif tersebut berlangsung selama lima hari, tepatnya pada 11 hingga 15 Juli 2026. Sebanyak 12 sesi pertemuan diisi dengan teori serta praktik langsung, seperti pembuatan anyaman, simulasi produksi skala besar, evaluasi antarpeserta (peer review), hingga pengembangan desain produk modern.
Salah satu fokus utama pendampingan ini adalah mengenalkan selera konsumen dan tren pasar internasional. Para peserta diajarkan memadukan benang kertas dengan bambu serta menerapkan teknik literasi warna agar karya yang dihasilkan tampil estetik dan memiliki nilai jual kompetitif.
“Kegiatan intervensi Kriya Maja bersama ibu-ibu PKK dan pengrajin berlangsung seru, interaktif, dan menyenangkan. Selain berbagi informasi mengenai tren pasar global, kami juga belajar membuat produk anyaman secara langsung dengan mereka,” ujar Lisa, salah satu relawan PANGLIMAJA Salam UI.
Selain berfokus pada estetika, aspek konsistensi kualitas dan keberlanjutan (sustainability literacy) menjadi pilar penting. Para pengrajin dilatih menjaga standar presisi karya melalui sesi penilai sejawat, sehingga mampu memenuhi pesanan pasar dalam jumlah besar tanpa mengurangi mutu produk.
Puncak dari rangkaian program ini ditandai dengan digelarnya Expo Maja di Balai Desa Tegalmaja pada 16 Juli 2026. Dalam pameran tersebut, Tim PANGLIMAJA Salam UI dan warga memamerkan tiga produk anyaman modern unggulan hasil inovasi pelatihan, yakni Tas Yoga, Pouch Knot, dan Corset Belt.
Kehadiran produk-produk inovatif ini membuktikan bahwa pengolahan limbah kertas tidak hanya efektif mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan, mengusung semangat utama “Limbah jadi karya, Tegalmaja berdaya”.
