Jabaran.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah yang digelar di SMPN 29 Depok menjadi momen bersejarah bagi sekolah yang baru berusia lima tahun tersebut. Dalam acara yang berlangsung di lingkungan sekolah, Walikota Depok, Supian Suri, secara resmi menandatangani prasasti Musala Daarus Sa’adah, yang berarti rumah kebahagiaan.
Pemberian nama ini diharapkan menjadi simbol baru bagi upaya pembentukan karakter siswa di sekolah yang terletak di Jalan Raya Cipayung, Kecamatan Cipayung tersebut. Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, perwakilan Kecamatan Cipayung, serta tokoh-tokoh masyarakat ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Robingin.

Walikota Depok, Supian Suri, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar keberadaan musala yang kini memiliki nama resmi dapat membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, penamaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam dunia pendidikan.
“Semoga dengan adanya pemberian nama untuk musala di SMPN 29 Depok menjadi Daarus Sa’adah di momen Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah ini bisa membawa keberkahan untuk SMPN 29 Depok menjadi siswa yang lebih berkarakter dan berakhlakul karimah,” ujar Supian Suri.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Depok tersebut menekankan bahwa generasi muda saat ini adalah calon pemimpin masa depan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kota dan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan saat ini.
“Siswa semakin termotivasi lagi untuk mewujudkan cita-citanya. Karena yang mengisi pemerintahan dan Indonesia secara keseluruhan di masa depan adalah anak-anak di generasi sekarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri juga menyoroti pentingnya peran tri pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat, dalam mendidik siswa. Ia menilai bahwa pembentukan karakter tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja, melainkan harus ada sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
“Tentunya peran dari guru dan kolaborasi dengan orang tua serta lingkungan sekitar sangat penting dalam mendidik dan membina siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 29 Depok, Eriyasti, menjelaskan bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi ini merupakan bagian integral dari program pembentukan karakter siswa di sekolahnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam keseharian para siswa.
“Acara maulid nabi dan peresmian nama Musala di SMPN 29 Depok. Ada kegiatan paros juga yang merupakan tradisi Betawi dan yang nantinya akan juga dibagikan ke lingkungan masyarakat,” jelas Eriyasti.
Eriyasti menambahkan bahwa kegiatan paros atau berbagi makanan kepada masyarakat sekitar ini merupakan wujud nyata dari pengamalan akhlak mulia. Ia berharap melalui peringatan ini, para siswa dapat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan maulid nabi Muhammad ini adalah bagian dari pembentukan karakter siswa yang semoga bisa meneladani akhlak Rasulullah. Menjadi anak yang unggul, berprestasi, dan berbudaya lingkungan,” ungkapnya.
Eriyasti juga memaparkan sejumlah pencapaian membanggakan yang telah diraih oleh SMPN 29 Depok di usianya yang masih sangat muda. Sekolah ini telah berhasil menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Depok dan bahkan menargetkan untuk meraih tingkat Provinsi maupun Nasional.
“Sekarang ini juga di SMPN 29 Depok sudah menjadi sekolah adiwiyata tingkat kota depok dan semoga bisa mencapai tingkat nasional. Dimana pemilahan sampah antara sampah organik dan non organik,” terang Eriyasti.
Selain itu, SMPN 29 Depok juga ditunjuk sebagai sekolah percontohan untuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Eriyasti menyebutkan bahwa seluruh pencapaian ini diraih dalam kurun waktu lima tahun, yang merupakan sebuah upaya yang luar biasa.
“SMPN 29 Depok juga menjadi sekolah percotohan untuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sekarang ini SMPN 29 Depok baru berusia 5 tahun, semua pencapaian tersebut adalah sebuah upaya yang luar biasa. Musala Darus Saadah yang artinya rumah kebahagiaan,” pungkasnya. (*)
