HomePendidikan347 Murid SDN Mekarjaya 21 Belajar Mandiri di Persari dan Perjusa

347 Murid SDN Mekarjaya 21 Belajar Mandiri di Persari dan Perjusa

Jabaran.id – Sebanyak 347 murid SDN Mekarjaya 21 mengikuti rangkaian Perkemahan Satu Hari (Persari) dan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 28–29 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan cinta alam, kemandirian, serta memperkuat karakter, kedisiplinan, dan kerja sama.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Mekarjaya 21 yang juga sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), Eko Agusnehing Purwaningsih menegaskan bahwa Pramuka adalah wahana belajar nyata yang menyenangkan sekaligus membentuk fondasi kemandirian siswa.

SDN Mekarjaya 21 perjusa dan persami 2

- Advertisement -

“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi pengalaman. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa mandiri itu harus dilatih, bukan hanya diucapkan,” ujar Eko.

Para peserta terbagi menjadi dua kategori. Persari diikuti 238 murid kelas I–IV, sedangkan Perjusa diikuti 109 murid kelas V–VI. Mereka didampingi para pembina Pramuka—Kak Khafidz, Kak Anung, dan Kak Indra—serta jajaran guru dan tenaga kependidikan.

“Untuk peserta kelas bawah, kegiatan dikemas dalam lima dangau (pos kegiatan): upacara, mewarnai, pancaindra, permainan DART, dan kelompok bendera. Setiap dangau dirancang sesuai usia anak,” terangnya.

SDN Mekarjaya 21 perjusa dan persami 4

Persari dan Perjusa bukan sekadar kemah tahunan. Ini adalah ruang kolaborasi seluruh warga sekolah—dari kepala sekolah, pembina, guru, hingga staf—untuk membentuk karakter melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin menanamkan bahwa kemandirian tumbuh dari kebiasaan, cinta alam dari kepedulian, dan karakter dari keteladanan. Kebersamaan di alam terbuka mengajarkan tanggung jawab yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas,” ucap Eko.

Kegiatan didampingi oleh para pembina Pramuka, yaitu Kak Khafidz, Kak Anung, dan Kak Indra, bersama Guru serta tenaga kependidikan SDN Mekarjaya 21.

Aktivitas mewarnai mengasah imajinasi, sementara pancaindra memberikan pengalaman sensorik. Permainan DART dan kelompok bendera menjadi ajang melatih konsentrasi, ketangkasan, komunikasi, hingga sportivitas. Antusiasme anak-anak tampak saat berpindah dangau; mereka belajar bahwa kemenangan tim dibangun dari saling bantu dan tanggung jawab.

Berbeda dengan Persari, peserta Perjusa menjalani rangkaian dua hari yang lebih intensif. Mereka menerima tiga materi utama: sandi, tali-temali, dan baris-berbaris.

SDN Mekarjaya 21 perjusa dan persami 3

Materi sandi mengasah ketelitian dan logika; tali-temali melatih kesabaran dan keterampilan teknis; sementara baris-berbaris menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan kekompakan.

Puncak kegiatan terjadi pada malam hari melalui *api unggun*. Dalam suasana khidmat sekaligus meriah, masing-masing kelompok menampilkan yel-yel dan seni.

“Malam api unggun adalah momen paling berkesan. Di sanalah kami melihat keberanian anak-anak tampil dan rasa percaya diri mereka benar-benar terpantik,” ujar Kak Khafidz, salah satu pembina Pramuka.

Dengan mengusung semangat ‘Belajar dari Alam, Tumbuh dalam Kebersamaan, Mandiri dalam Berkarya,’ kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi 347 siswa untuk tumbuh menjadi generasi tangguh, peduli, dan berkarakter. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here