Jabaran.id – SMPN 26 Depok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tahun ini terasa istimewa. Pasalnya, kegiatan keagamaan tersebut dirangkai dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 SMPN 26 Depok.
Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menyampaikan bahwa rangkaian acara dirancang agar tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter seluruh warga sekolah.

“Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadi sangat spesial, karena menjadi satu paket acara dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-11 SMPN 26 Depok,” ujar Ahmad Sujai.
Menurut Ahmad Sujai, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial atau sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa Maulid merupakan momentum untuk mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung pada peringatan tahun ini, yakni “Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan.”
Dalam paparannya, Ahmad Sujai menjelaskan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar matematika, bahasa, sains, teknologi, atau berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Sekolah juga merupakan tempat bagi para siswa untuk belajar menjadi manusia yang baik.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga persaudaraan. Kita boleh berbeda suku, karakter, kemampuan, kegemaran, bahkan berbeda cara berpikir. Namun, perbedaan itu jangan menjadi alasan untuk saling merendahkan, mengejek, membully, atau menjauhkan diri dari sesama,” tuturnya.

Ahmad Sujai menambahkan bahwa perbedaan justru harus menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk saling mengenal, saling menghargai, saling membantu, dan saling menguatkan. Ia pun memberikan contoh-contoh sederhana yang dapat dilakukan para siswa dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, jika ada teman yang kesulitan, bantulah. Jika ada teman yang sedih, hibur. Jika ada teman yang melakukan kesalahan, ingatkan dengan cara yang baik. Dan jika ada teman yang berbeda, hormati.
“Itulah salah satu bentuk sederhana meneladani Rasulullah SAW,” kata Ahmad Sujai.
Lebih lanjut, ia memaknai memuliakan kemanusiaan sebagai upaya menjaga lisan dan perilaku. Ahmad Sujai mengingatkan para siswa agar tidak sampai tangan menyakiti, lisan melukai hati orang lain, atau media sosial dijadikan tempat menyebarkan kebencian, fitnah, maupun penghinaan. Ia berharap SMP Negeri 26 Depok dapat menjadi sekolah yang aman, nyaman, ramah, religius, dan penuh persaudaraan.
“Tidak ada bullying. Tidak ada kekerasan. Tidak ada penghinaan. Tidak ada diskriminasi. Mari kita bangun budaya saling menghormati, saling menyayangi, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” tegasnya.
Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi dan HUT ke-11 SMPN 26 Depok juga diisi dengan tausiah dari Ustad Darmawan Syah serta penampilan hadroh. Selain itu, digelar pula doa bersama, baik doa untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW maupun doa untuk kebaikan dan kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan SMPN 26 Depok.
“Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi bagian dari budaya sekolah, seperti jujur, disiplin, santun, peduli, bertanggung jawab, menghargai sesama, dan gemar melakukan kebaikan,” ucapnya.
Dalam perayaan HUT ke-11 SMPN 26 Depok, diadakan secara simbolis pemotongan tumpeng bersama dengan komite sekolah. Ini adalah bagian dari bentuk rasa kekeluargaan yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.
“Peryaan ulag tahun ini emnjadi momen yang sangat tepat juga untuk menjaga keharmonisan untuk seluruh keluarga besar SMPN 26 Depok. Karena ini jadi perayaan yang dirayakan oleh seluruhnya, baik itu siswa, guru, dan juga orang tua siswa,” jelasnya. (*)


