Jabaran.id – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak di masyarakat, tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu untuk Cegah Stunting dengan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program UPNVJ Community Territory (UCT) yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung di Posyandu Markisa, Jalan Kramat, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok pada Sabtu, 1 Februari 2025, diketuai oleh Ns. Rokhaidah, M.Kep., Sp.Kep.An, bersama tim dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai langkah preventif terhadap stunting.

Menurut Ns. Rokhaidah, M.Kep., Sp.Kep.An, stunting masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. “Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali kader posyandu dengan keterampilan yang lebih baik dalam mengidentifikasi anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, intervensi dini dapat dilakukan untuk mencegah dampak jangka panjang dari stunting,” ujarnya.
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk pengenalan indikator pertumbuhan anak, cara pengukuran tinggi dan berat badan yang akurat, serta edukasi gizi bagi balita dan ibu hamil. Para kader posyandu juga diberikan pendampingan langsung dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para kader posyandu dan masyarakat setempat. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam menjaga kesehatan anak-anak di lingkungan mereka.
Dengan adanya program pengabdian seperti ini, diharapkan kader posyandu dapat berperan lebih aktif dalam upaya pencegahan stunting, sehingga tumbuh kembang anak dapat lebih optimal dan mendukung generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan. (*)
