Jabaran.id – Semangat Sumpah Pemuda yang akan diperingati pada 28 Oktober diwujudkan secara nyata para pelajar di SDN Baktijaya 5. SDN yang terletak di Jalan Cidurian Raya, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok ini menggelar serangkaian lomba literasi yang meriah dan penuh makna pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi sebuah upaya konkret untuk menanamkan kecintaan pada bahasa Indonesia sejak dini.
Kepala SDN Baktijaya 5, Sri Lestari, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam membangun karakter dan kecerdasan berbahasa peserta didik. Kegiatan tersebut bukan sebagai event insidental, melainkan bagian dari proses pendidikan berbasis kebudayaan.

“SDN Baktijaya 5 mengadakan berbagai lomba literasi dalam rangka memperingati Bulan Bahasa menjelang Hari Sumpah Pemuda,” ujar Sri Lestari.
Ragam kompetisi yang diadakan pun terbilang komprehensif, mencakup tujuh bidang yang mengasah kreativitas dan kemampuan linguistik. Tujuh perlombaan tersebut, diantaranya lomba menggambar, mewarnai, menulis cerpen, baca puisi, cipta pantun, cipta syair, dan mendongeng,” paparnya.
“Dari seni visual seperti menggambar dan mewarnai yang menjadi pintu masuk bagi siswa kelas rendah, hingga seni bahasa yang lebih kompleks seperti menulis cerpen dan mencipta syair untuk siswa yang lebih besar, seluruhnya dirancang untuk menjaring bakat dan membangun kepercayaan diri,” terangnya.

Yang menjadi benang merah dari seluruh gelaran ini adalah sebuah tema besar yang sarat dengan pesan nasionalisme dan identitas.
“Tema dalam kegiatan perlombaan tersebut, yakni ‘Cerdas berbahasa, bangga berbahasa Indonesia’,” tegas Sri Lestari.
Tema tersebut dipilih untuk menyadarkan peserta didik bahwa menguasai bahasa Indonesia dengan baik adalah sebuah bentuk kecerdasan, dan pada saat yang sama, merupakan sumber kebanggaan sebagai warga negara.
Sri Lestari menjelaskan, kegiatan ini adalah upaya proaktif dunia pendidikan dasar dalam merespons tantangan era globalisasi, di mana bahasa ibu seringkali tergerus oleh pengaruh bahasa asing. Melalui lomba-lomba ini, SDN Baktijaya 5 tidak hanya memperingati sebuah momen sejarah, tetapi aktif menciptakan ruang bagi bahasa Indonesia untuk hidup, dinikmati, dan dikreasikan oleh generasi penerus.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap relevan dan dapat dihidupkan melalui praktik-praktik pendidikan yang inovatif dan menyenangkan, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bangga akan jati diri bangsanya,” jelasnya. (*)
