Jabaran.id – SMPN 16 Depok kembali menggelar Pentas Kreativitas Siswa (Peksi) tahun 2025 dengan tema ‘Harmoni Nusantara: Perpaduan Unik Seni, Alam, dan Kearifan Indonesia‘. Acara yang mengusung tagline ‘Merajut Tradisi, Menjaga Bumi‘ ini dijadikan sebagai wadah ekspresi dan pembelajaran bagi siswa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan isu lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 18 Desember 2025, di aula dan lapangan terbuka sekolah.
Selain diisi dengan penampilan siswa, dalam kegiatan Peksi tersebut, juga diisi dengan penampilan beberapa bintang tamu, yakni ada Warga Koplo, Bet Sheet, dan BNJ. Bahkan, guru pun turut tampil dalam acara tersebut. Sehingga, acaranya pun jadi lebih meriah dan menghibur siswa.
Menurut Ketua Panitia Peksi SMPN 16 Depok, Tanzyadoli Silaban, tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap dua pilar penting kehidupan: kekayaan budaya Nusantara dan kelestarian alam.
“Kami percaya bahwa kearifan lokal adalah kunci untuk masa depan yang berkelanjutan. Peksi tahun ini tidak hanya sekadar ajang pentas bakat, tetapi juga media edukasi kreatif untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap lingkungan,”* ujarnya.
Ia menambahkan bahwa acara ini dirancang dengan pendekatan deep learning yang bertujuan untuk mengintegrasikan seni, budaya, dan kesadaran ekologis secara mendalam.

Tanzyadoli Silaban juga menjelaskan bahwa konsep acara mengusung nuansa ‘Eco-Etnik‘, di mana setiap elemen kegiatan wajib memadukan unsur tradisional Indonesia dengan prinsip ramah lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi generasi muda yang modern tidak berarti meninggalkan tradisi. Mencintai budaya adalah langkah awal untuk mencintai bumi,” tegasnya.
Beberapa fakta menarik dari kegiatan ini antara lain adanya tiga rangkaian utama yaitu Panggung Utama yang menampilkan teater musikal bertema lingkungan, fashion show ‘Eco-Etnik Runway‘ dengan bahan daur ulang, serta tari kolosal yang menggambarkan harmoni alam. Selain itu, Galeri Hijau akan menampilkan instalasi seni 3D dari sampah daur ulang yang dibentuk menjadi ikon budaya seperti replika Monas dan wayang. Sementara itu, Pasar Nusantara akan menghadirkan kuliner tradisional dengan kemasan bebas plastik.
Tanzyadoli Silaban mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah termasuk siswa kelas VII hingga IX, guru, staf, serta orang tua sebagai tamu undangan.

Ia menekankan bahwa acara ini diharapkan dapat memicu lahirnya solusi kreatif berbasis seni untuk menjawab tantangan lingkungan, seperti eco-fashion dan seni daur ulang.
“Semoga ‘Harmoni Nusantara‘ tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga langkah nyata dalam mendidik generasi muda yang kreatif, berbudaya, dan peduli terhadap bumi,” ungkapnya. (*)

Kalimat yang di lantunkan dalam berita ini menyejukkan hati, saya ikut belajar dari bait bait kalimat dlm berita ini,semangat literate dengan hati.