Jabaran.id – Dalam Kongres dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia atau FSPMI, terpilih Abdul Bais sebagai Presiden Periode 2026–2031 dan Wido Pratikno menjadi Sekretaris Jenderal.
Diketahui, Kongres yang digelar pada 6 Maret berlangsung dengan dinamika cukup tinggi. Awalnya kegiatan dilaksanakan di Bunker Cafe, namun sempat diwarnai aksi demonstrasi dari massa FSPMI yang mendatangi lokasi acara.
Situasi tersebut membuat kongres tidak dapat dilanjutkan di tempat semula. Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, panitia kemudian memindahkan kegiatan ke Grand Zuri Hotel agar agenda organisasi tetap berjalan.
Setelah dipindahkan, forum kongres dilanjutkan sesuai agenda. Salah satu pembahasan utama adalah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.
Dalam forum tersebut, peserta mengangkat tema “Menjaga Prinsip Dasar Organisasi.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap pelaksanaan kongres pada 8 Februari yang oleh sebagian anggota dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip organisasi.
Bagi peserta, Munaslub tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga ruang untuk memperkuat kembali kepercayaan anggota terhadap mekanisme demokrasi internal serikat pekerja.
Salah satu keputusan penting dalam Munaslub adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Forum menyepakati beberapa perubahan, termasuk menghapus keterkaitan organisasi dengan Partai Buruh serta menghilangkan struktur Majelis Nasional dalam sistem organisasi.
Perubahan ini dinilai sebagai langkah untuk menegaskan posisi FSPMI sebagai serikat pekerja yang independen dan tidak terikat dengan kepentingan politik tertentu. Penyederhanaan struktur organisasi juga diharapkan membuat kerja organisasi lebih efektif dalam memperjuangkan kepentingan anggota.
Kongres dan Munaslub tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah federasi serikat pekerja lain yang memberikan dukungan moral agar kepengurusan baru dapat menjalankan organisasi sesuai aturan dan menjaga independensi gerakan buruh.
Di akhir forum, kongres menetapkan kepemimpinan baru organisasi. Abdul Bais terpilih sebagai Presiden FSPMI periode 2026–2031, sementara Wido Pratikno menjadi Sekretaris Jenderal.
Presiden FSPMI terpilih, Abdul Bais, menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus menjaga independensi gerakan buruh.
“Kami ingin memastikan organisasi ini tetap berdiri di atas kepentingan anggota. FSPMI harus menjadi rumah perjuangan buruh yang kuat, demokratis, dan independen,” tegas Abdul Bais.
Ia menambahkan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan solidaritas pekerja serta memperjuangkan perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan anggota di berbagai sektor industri.
