Jabaran.id – Setelah selama kurang lebih 14 bulan operasional SDN Mekarjaya 31 dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt), kini sekolah tersebut resmi memiliki nakhoda baru. Palupi Umiarsih, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kepala SDN Mekarjaya 19, kini secara resmi menduduki posisi definitif sebagai Kepala SDN Mekarjaya 31 menggantikan Sutirah yang telah menyelesaikan masa tugas transisinya.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum krusial bagi SDN Mekarjaya 31 dalam memperkuat stabilitas manajemen sekolah. Sutirah, dalam kapasitasnya sebagai pejabat lama, mengakui bahwa mengelola dua instansi pendidikan sekaligus merupakan tantangan yang besar. Selama menjabat sebagai Plt, ia juga harus tetap fokus menjalankan tanggung jawab utamanya sebagai Kepala SDN Mekarjaya 5.

“Pembagian waktu dan tenaga dalam memegang dua sekolah tentu tidak mudah, terutama dalam memastikan setiap program pendidikan berjalan beriringan tanpa ada yang terabaikan,” ucapnya.
Sutirah memaparkan kondisi objektif sekolah yang memiliki luas lahan signifikan yakni 3.200 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.700 meter persegi. Meski didukung dengan fasilitas penunjang ruangan yang tergolong lengkap, SDN Mekarjaya 31 masih menghadapi tantangan pada rasio ketersediaan ruang kelas. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 18 rombongan belajar (rombel) yang harus diakomodasi oleh 15 ruang kelas yang tersedia. Kondisi ini memaksa pihak sekolah melakukan inovasi pemanfaatan ruang, di mana ruang guru yang ada saat ini berukuran kecil karena sebagian areanya dialokasikan untuk tempat belajar siswa demi memastikan 521 siswa tetap mendapatkan akses pembelajaran.
“Dengan dukungan 21 tenaga pendidik, pemanfaatan ruang yang efisien menjadi kunci utama keberlangsungan KBM di sekolah tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD, Raden Muchamad Zakkya Fauzan, menekankan pentingnya sinergi antar-kepala sekolah sebagai fondasi utama kemajuan pendidikan di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa para pemimpin sekolah harus memiliki semangat untuk saling melindungi dan saling mengingatkan dalam konteks penyelesaian masalah secara positif. Kerjasama yang solid dalam mencari solusi kolektif sangat dibutuhkan agar keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya tercapai di tingkat kecamatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada level kota hingga nasional.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kolaborasi antar-instansi dapat mempercepat digitalisasi pendidikan dan peningkatan skor literasi serta numerasi siswa secara signifikan,” terangnya.
Menanggapi amanah baru tersebut, Palupi Umiarsih menyatakan komitmennya untuk membawa SDN Mekarjaya 31 menuju arah yang lebih maju dan berprestasi. Ia menyadari bahwa visi besar sekolah tidak dapat dicapai secara tunggal, melainkan memerlukan dukungan komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan. Kerjasama yang harmonis antara guru, siswa, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar menjadi variabel penentu dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Semoga integrasi antara manajemen sekolah yang kuat dengan dukungan komunitas dapat menjawab tantangan sarana prasarana serta meningkatkan kualitas lulusan SDN Mekarjaya 31 di masa depan,” jelasnya. (*)
