Jabaran.id – Tim dosen Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Program Studi dengan tema ‘Perancangan Mesin Blender Markisa Kapasitas 20 Kg untuk Mendukung Industri Minuman Rumahan (UMKM) di Rawageni, Ratujaya, Kota Depok‘. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah di bidang industri minuman.
Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok merupakan salah satu wilayah dengan potensi ekonomi rumahan yang potensial. Salah satu produk unggulan masyarakat setempat adalah minuman berbahan dasar buah markisa. Namun, para pelaku usaha masih menghadapi kendala pada proses produksi, terutama dalam hal pengolahan bahan baku yang membutuhkan waktu dan tenaga besar. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen PNJ merancang mesin blender markisa berkapasitas 20 kilogram yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.

Mesin ini dirancang menggunakan prinsip teknologi tepat guna yang mudah dioperasikan dan dirawat, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan pelaku UMKM setempat.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kegiatan, Asep Apriana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin membantu UMKM di Rawageni agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya. Mesin blender markisa ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses produksi dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas,” ungkap Asep Apriana.
Ketua Jurusan Teknik Mesin PNJ, Fuad Zainuri dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdaya guna.
“Kami mendorong para dosen dan mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga turut menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa ilmu teknik dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi lokal,” ujar Fuad Zainuri.
Sementara itu, Ketua RW 07 Rawageni, Sanusi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada tim dari Politeknik Negeri Jakarta atas kontribusi nyata yang telah diberikan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya mesin blender markisa ini. Pelaku UMKM di wilayah kami kini dapat memproduksi minuman dengan lebih cepat dan efisien. Terima kasih kepada Politeknik Negeri Jakarta yang telah peduli dan turun langsung membantu warga,” ujar Sanusi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025 ini meliputi serah terima mesin blender markisa kepada perwakilan UMKM, pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, praktik pengolahan membuat jus, serta sesi diskusi interaktif antara tim PNJ dan warga sekitar. Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan diakhiri dengan demonstrasi langsung pengoperasian mesin. Sebelum itu, seluruh peserta yang berjumlah 20 orang telebih dahulu mengisi pretest sebelum pelatihan dan Kembali mengisi postes pascapelatihan. Hal tersebut untuk mengukur pemahaman seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Jakarta berharap dapat terus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat melalui penerapan ilmu teknik dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, inovasi mesin blender markisa ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan produktivitas, memperluas pasar UMKM, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Rawageni dan sekitarnya. (*)
Penulis: Asep Yana Yusyama (Dosen Jurusan Teknik Mesin, PNJ)
