HomePendidikanRamadan Berbagi di SDN Mekarjaya 12, Ajarkan Siswa Peduli pada Yatim dan...

Ramadan Berbagi di SDN Mekarjaya 12, Ajarkan Siswa Peduli pada Yatim dan Duafa

Jabaran.id – SDN Mekarjaya 12 untuk tidak hanya meningkatkan ketakwaan melalui ibadah, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok tersebut baru-baru ini menggelar kegiatan sosial berupa pembagian 25 paket sembako yang diperuntukkan bagi siswa yatim dan duafa di lingkungan sekolah.

Kegiatan berbagi ini merupakan puncak dari rangkaian acara Pesantren Ramadan 1447 Hijriyah yang telah dilaksanakan. Para siswa tidak hanya menerima materi keagamaan di dalam kelas, tetapi juga diajak untuk merasakan langsung bagaimana kebahagiaan dapat dibagikan kepada sesama. Paket sembako yang dibagikan dari partisipasi warga sekolah, menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan di bulan penuh berkah dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan yang bermanfaat bagi kebutuhan pokok penerima.

Santunan SDN Mekarjaya 12 kota depok 2

Kepala SDN Mekarjaya 12, Epon Sumiarsih, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini sengaja dirancang untuk memberikan pembelajaran langsung kepada siswa tentang pentingnya berbagi. Pihak sekolah ingin nilai-nilai Ramadan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sekolah dan juga menjadi bagian dari pembelajaran untuk siswa, tentang pentingnya membantu orang lain, terutama untuk mereka yang membutuhkan bantuan,” ungkap Epon Sumiarsih.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan kepekaan sosial sejak dini. Dengan melibatkan siswa dalam proses penghimpunan hingga penyaluran, meskipun secara tidak langsung, anak-anak dapat memahami bahwa di sekitar mereka masih ada teman-teman yang perlu mendapatkan perhatian dan uluran tangan.

Sebagai lembaga pendidikan dasar, SDN Mekarjaya 12 memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter murid tidak hanya dari sisi kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Di usia sekolah dasar, anak-anak berada dalam fase emas pembentukan karakter. Pengalaman berbagi di bulan Ramadan ini diharapkan dapat membekas di hati mereka dan menjadi kebiasaan baik yang terus dibawa hingga dewasa.

“Ramadan merupakan bulan istimewa. Ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter siswa sekolah dasar. Pada bulan suci ini, mereka dapat belajar kedisiplinan, kesabaran, kejujuran, dan empati,” ucapnya.

Sebelum mencapai puncak acara pembagian sembako, rangkaian Pesantren Ramadan 1447 Hijriyah diisi dengan berbagai kegiatan pembiasaan positif yang bersifat religius. Setiap hari, sebelum memulai kegiatan pesantren, seluruh siswa dan guru melaksanakan salat Duha berjamaah di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kedisiplinan dalam beribadah, tetapi juga untuk menciptakan suasana sekolah yang religius dan penuh berkah selama bulan suci.

“Setiap sebelum kegiatan diadakan salat duha bersama, dan juga tausiah singkat yang diikuti seluruh siswa,” imbuh Epon Sumiarsih menjelaskan rutinitas di sekolahnya.

Materi tausiah biasanya disesuaikan dengan keseharian siswa, seperti keutamaan puasa, pentingnya menghormati orang tua dan guru, serta keutamaan bersedekah. Pendekatan ini dipilih agar pesan-pesan keagamaan mudah dicerna dan diterapkan oleh para siswa dalam keseharian mereka.

Para guru di SDN Mekarjaya 12 berperan aktif sebagai fasilitator dan motivator dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengawasi jalannya ibadah, tetapi juga memberikan contoh langsung tentang bagaimana bersikap peduli terhadap sesama. Keterlibatan guru dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan menjadi teladan nyata bagi para siswa bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kewajiban orang dewasa atau mereka yang mampu secara finansial.

Kegiatan berbagi paket sembako di SDN Mekarjaya 12 juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dapat menghasilkan dampak positif bagi siswa yang membutuhkan. Partisipasi dari berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih tumbuh subur di lingkungan pendidikan.

Pembagian 25 paket sembako memang bukanlah jumlah yang besar, namun makna di balik angka tersebut sangatlah dalam. Setiap paket yang diterima oleh siswa yatim dan duafa diharapkan dapat meringankan beban mereka selama menjalankan ibadah puasa. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini memberikan pesan moral bahwa mereka tidak sendirian dan selalu ada perhatian dari lingkungan sekitar.

Epon Sumiarsih berharap, melalui kegiatan ini, para siswa yang menerima bantuan dapat tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa dan meraih prestasi di sekolah. Sementara bagi siswa lainnya, pengalaman berbagi ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa dermawan dan kepekaan sosial yang tinggi.

“Kami berharap, apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak untuk selalu peduli terhadap sesama, di mana pun mereka berada,” ucap Epon Sumiarsih.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriyah ini, SDN Mekarjaya 12 telah mencatatkan satu lagi bukti bahwa sekolah dasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai taman yang menyemai benih-benih kebaikan dan akhlak mulia bagi generasi penerus bangsa.

“Semangat berbagi di bulan suci ini diharapkan terus berlanjut bahkan setelah Ramadan usai, menjadikan siswa SDN Mekarjaya 12 pribadi-pribadi yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam akhlak,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here