Jabaran.id – Upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman, SDN Mekarjaya 11 meluncurkan program perdana Sahabat Peduli Anak (Sapa). Program yang diresmikan dengan pengukuhan kader siswa ini merupakan terobosan inovatif untuk mewujudkan komitmen sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak yang terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
Kepala SDN Mekarjaya 11, Mana Marlina, menjelaskan bahwa program Sapa dirancang sebagai ujung tombak dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah. Program ini menempatkan siswa sebagai agen perubahan aktif yang menjaga suasana kondusif di antara teman sebayanya.

“Pelatihan khusus sebagai Sahabat Peduli Anak (Sapa) SDN Mekarjaya 11, jadi mendukung program sekolah untuk tidak ada kekerasan dalam bentuk fisik dan verbal. Menjadi agen sekolah untuk menciptakan keadaan Sekolah Ramah Anak,” jelasnya.
Pengawas SD Kecamatan Sukmajaya, Uswatun Hasanah, yang hadir dalam pengukuhan tersebut menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa program semacam ini adalah yang perdana dan memiliki cakupan yang komprehensif.
“Kadernya tentu harus ramah. Ini adalah perdana pengukuhan Sapa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Uswatun memberikan penekanan pada definisi perundungan yang tidak hanya bersifat fisik.
“Sekolah memang harus terbebas dari perundungan. Tidak hanya fisik, tetapi lisan juga bisa dikategorikan perundungan, dan itu sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Baik dalam bersosial bersama teman ataupun juga dalam bermedia sosial,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Lurah Abadijaya, Sodik Murdiono, yang mengapresiasi tinggi langkah yang diambil oleh SDN Mekarjaya 11. Ia menilai program ini sebagai sebuah terobosan yang patut dicontoh.
“Ini adalah sesuatu yang luar biasa, dimana baru SDN Mekarjaya 11 memiliki Sapa. Sekolah ini sudah mendeklarasikan sebagai sekolah anti perundungan, peduli sesama,” puji Sodik.
Ia berharap agar inovasi ini dapat menjadi virus kebaikan bagi dunia pendidikan di Depok.

“Semoga kader siswa ini menjadi sebuah inovasi yang bisa menularkan ke seluruh dunia pendidikan ke Kota Depok. Ini sebuah inovasi dan kreatif,” tambahnya.
Sodik juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta guru dan seluruh tenaga kependidikan.
“Semoga gurunya punya komitmen tentang tidak ada perundungan di sekolah, bisa mengontrol dan merealisasikan komitmennya,” harapnya.
Kehadiran program Sahabat Peduli Anak (Sapa) di SDN Mekarjaya 11 menandai sebuah era baru pencegahan perundungan yang melibatkan partisipasi langsung siswa. Program ini diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari rasa takut, tetapi juga mampu menelurkan generasi yang empatik, berani bersuara, dan aktif menjadi penjaga perdamaian di komunitasnya, serta menjadi model bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kota Depok. (*)
