HomePendidikanSDN Mekarjaya 11 Tanamkan Jiwa Sosial Lewat ‘Mejas Berbagi Kebahagiaan’

SDN Mekarjaya 11 Tanamkan Jiwa Sosial Lewat ‘Mejas Berbagi Kebahagiaan’

Jabaran.id – SDN Mekarjaya 11 yang berlokasi di Jalan Bahagia Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya tidak hanya mengisi hari-hari siswa dengan kegiatan spiritual, tetapi juga aksi nyata kepedulian sosial. Melalui program unggulan bertajuk Mejas Berbagi Kebahagiaan, SDN Mekarjaya 11 menyalurkan santunan kepada puluhan siswa yang membutuhkan, menandai puncak dari rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini.

Kepala SDN Mekarjaya 11, Nana Marlina, menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai yang selama ini diajarkan kepada para murid. Ia menegaskan bahwa pendidikan di sekolahnya tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Santunan SDN Mekarjaya 11 untuk siswa 2

“Kegiatan santunan ini menjadi penutup untuk kegiatan Pesantren Ramadan. Kami mengadakan kegiatan santunan dengan nama Mejas Berbagi Kebahagiaan,” ujar Nana Marlina.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Nana Marlina merinci bahwa total ada 75 siswa yang mendapatkan santunan tersebut. Penerima manfaat adalah siswa-siswi yang masuk dalam kategori yatim, piatu, dan duafa di lingkungan sekolah. Penyaluran bantuan ini, menurutnya, merupakan puncak dari rangkaian panjang aktivitas keagamaan yang telah dilalui para siswa selama bulan Ramadan.

“Sebelumnya, siswa menjalani kegiatan Pesantren Ramadan dengan kegiatan salat Duha bersama-sama, lalu ada juga materi tentang keagamaan. Selain itu, ada juga kegiatan buka puasa bersama. Semua kegiatan ini kami rangkai untuk membentuk karakter Islami yang kuat pada diri anak,” tambah Nana Marlina.

Dalam penjelasan yang lebih komprehensif, Nana Marlina menyampaikan bahwa esensi dari Mejas Berbagi Kebahagiaan jauh melampaui sekadar pemberian materi. Program ini dirancang sebagai laboratorium sosial bagi para siswa untuk belajar tentang empati dan kepedulian.

Ia menyampaikan, kegiatan berbagi ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang bagaimana menjadikan diri bermanfaat untuk orang yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peka. Melihat temannya sendiri yang mungkin kurang beruntung, mereka diajak untuk bisa berbagi. Ini adalah pelajaran hidup yang tidak bisa didapatkan dari buku saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Nana Marlina memaparkan sejumlah fakta bermanfaat terkait pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa dana untuk santunan dikumpulkan dari partisipasi para guru, staf, dan juga siswa-siswi yang mampu. Proses penggalangan dana dilakukan secara transparan dan dikelola oleh panitia Pesantren Ramadan.

“Kami melibatkan anak-anak dalam prosesnya, misalnya dengan mengadakan infaq. Dengan begitu, mereka merasa memiliki andil dalam kebahagiaan teman-temannya yang menerima santunan. Ini mengajarkan mereka bahwa sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilandasi keikhlasan, akan sangat berarti bagi orang lain,” ungkap Nana Marlina.

Ia juga menambahkan bahwa kriteria penerima santunan ditetapkan melalui pendataan dan observasi oleh wali kelas. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar meringankan beban siswa yang membutuhkan, terutama dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

“Kami berharap, kegiatan Mejas Berbagi Kebahagiaan ini tidak berhenti di sini. Semoga menjadi kebiasaan baik yang terus tertanam dalam diri siswa, bahkan setelah mereka lulus dari sekolah ini. Karena pada hakikatnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Nana Marlina. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here