Jabaran.id – Rangkaian kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan di SDN Ratujaya 3 tahun ini berakhir dengan aksi sosial nyata melalui pembagian santunan kepada siswa yang membutuhkan. Sebanyak 125 paket santunan dibagikan kepada siswa yatim, piatu, dan duafa sebagai bentuk kepedulian sekolah di bulan suci.
Kepala SDN Ratujaya 3, Nurhayati mengungkapkan bahwa kegiatan Sanlat Ramadan tahun ini berlangsung selama sepekan penuh, dimulai sejak Senin hingga Jumat, 9 hingga 13 Maret 2025. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dipadatkan dalam lima hari dengan jadwal yang terstruktur, disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa agar materi yang disampaikan dapat diterima secara optimal.

“Kegiatannya dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan tingkat pendidikannya. Senin dijadikan sebagai kegiatan pembukaan, lalu untuk hari Selasa diperuntukkan untuk siswa kelas I-II, kemudian untuk hari Rabu yang ikut serta Pesantren Ramadan adalah siswa kelas III-IV. Di hari Kamis, siswa yang ikut serta adalah kelas V dan VI,” jelas Nurhayati saat ditemui di lokasi, Jumat (14/3/2025).
Lebih lanjut, Nurhayati memaparkan bahwa puncak dari seluruh rangkaian Sanlat terjadi di hari terakhir. Di hari Jumat tersebut, sekolah menggelar kegiatan penutupan yang dirangkaikan dengan acara inti, yaitu pembagian santunan. Momen ini menjadi penantian bagi para siswa, terutama mereka yang termasuk dalam kategori penerima manfaat.
“Sedangkan di hari terakhir, kami adakan kegiatan penutupan dan juga santunan. Setelah itu, siswa kelas VI ikut serta dalam kegiatan buka puasa bersama,” tambah Nurhayati, menggambarkan suasana kebersamaan yang ditutup dengan agenda berbuka.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhayati menyampaikan harapan besarnya terhadap pelaksanaan Sanlat Ramadan tahun ini. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas dengan aksi berbagi memiliki dampak yang lebih mendalam bagi pembentukan karakter siswa.
Nurhayati menegaskan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan Sanlat bukan sekadar memenuhi kegiatan rutin tahunan. Pihaknya ingin memastikan bahwa nilai-nilai keislaman yang diajarkan selama ini dapat terinternalisasi dengan baik dalam diri para murid.
“Semoga dengan adanya kegiatan Sanlat Ramadan, karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan bisa semakin kuat,” ujar Nurhayati.
Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter religius ini harus dibarengi dengan aksi nyata. Melalui pembagian santunan, sekolah berharap para siswa tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Selain itu, kepedulian sosialnya akan semakin lebih sensitif untuk membantu terhadap sesama, terutama untuk mereka yang membutuhkan bantuan. Ini yang terus kami tanamkan,” imbuh Nurhayati.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pendataan penerima santunan dilakukan secara cermat oleh wali kelas. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar meringankan beban siswa yang masuk kategori yatim, piatu, maupun duafa menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Santunan ini kami berikan dalam bentuk paket sembako dan juga perlengkapan sekolah. Kami berharap, meskipun tidak seberapa, ini bisa sedikit membantu meringankan kebutuhan mereka, terutama dalam menyambut Lebaran nanti,” pungkas Nurhayati. (*)
