HomePendidikanSekolah Tunas Global Gelar Drama Musikal Kolosal Ketiga "Mencari Tempat Terindah di...

Sekolah Tunas Global Gelar Drama Musikal Kolosal Ketiga “Mencari Tempat Terindah di Dunia” di TIM Jakarta

Jabaran.id – Sekolah Nasional Plus Tunas Global mempersiapkan pergelaran kolosal drama musikal bertajuk “Mencari Tempat Terindah di Dunia” yang akan digelar pada 26 November 2025 di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini menandai untuk ketiga kalinya sekolah tersebut menyelenggarakan pertunjukan akbar yang melibatkan seluruh siswanya.

Kadek Budhi Aryawan, selaku ketua panitia pergelaran, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian integral dari layanan sekolah untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Sekolah Tunas Global Depok siapkan pagelaran 1

“Tunas Global tidak hanya memberikan layanan akademik saja tetapi juga non akademik,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menambahkan bahwa pergelaran ini berfungsi sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan non-akademik dengan melibatkan semua siswa dari unit KB, TK, SD, dan SMP. Kadek berharap kolaborasi lintas unit dengan ragam peran tersebut mampu memberikan pelajaran tentang arti kerja sama, kolaborasi, tanggung jawab, dan disiplin.

Persiapan pertunjukan melibatkan kolaborasi banyak pihak, baik internal sekolah maupun eksternal. Raninda Yudisti, selaku ketua pementasan pergelaran, menjelaskan strategi mereka dalam memastikan kualitas pementasan.

“Kita tentu mempersiapkan dengan maksimal acara ini. Kita mengharapkan hasil yang terbaik. Untuk itu, pada bagian-bagian tertentu seperti sutradara, pelatih tari, lighting, dan beberapa unsur lain memang kita ambil dari pihak luar yang memang kompeten di bidangnya. Kita ingin pementasan ini memberikan jejak yang baik bagi kita semua, semoga semua proses perjalan lancar sampai acara puncak,” pungkasnya.

Drama musikal tahun ini mengangkat kisah petualangan seorang anak bernama Dwipa yang bergelut dengan kegelisahan batin dalam upayanya menemukan tempat terindah di dunia. Jejak petualangannya membawanya melintasi berbagai pulau, mulai dari Papua, Bali, Sumba, hingga beberapa tempat di luar negeri. Namun, perjalanan panjang tersebut tidak kunjung memberinya makna hingga sebuah kesadaran akhirnya datang. Dwipa menyadari bahwa keindahan sesungguhnya bukan tentang pemandangan yang memanjakan mata, tetapi tentang apa yang mampu menyejukkan jiwa, yang justru ia temukan di sekelilingnya, yaitu di sekolah. Ia memahami bahwa keindahan sejati terletak pada cinta, penerimaan, dan sikap saling menghormati.

Keseluruhan naskah cerita ditulis oleh Muhammad Taufiqurrahman, yang mengemas alur cerita dengan menampilkan beragam latar dan watak tokoh. Cerita ini menghadirkan sederet konflik yang disajikan untuk membuat alur menjadi dramatis namun tetap bermakna, sekaligus memancing petualangan imajinasi penonton. Setiap alur cerita juga menyisipkan sentuhan moral yang memberi makna. Kisah ini terinspirasi dari lagu “Tempat Terindah” ciptaan Eppy S. Rahman.

Taufiqurrahman menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak-anak. Ia berharap melalui proses ini, siswa semakin paham arti kerja sama, penerimaan, menghargai perbedaan, dan mengenal ragam kekayaan alam di Indonesia. Kegiatan ini juga disebutnya sebagai kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan sesuai dengan peran yang dipercayakan kepada mereka. (*)

Ervino Hebri Handoko || Tim Publikasi dan Dokumentasi.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here