HomePendidikanSMPN 26 Depok Kolaborasikan P5 dengan Perayaan Hari Kartini: Wadah Inovasi dan...

SMPN 26 Depok Kolaborasikan P5 dengan Perayaan Hari Kartini: Wadah Inovasi dan Kreasi Siswa

Jabaran.id – SMPN 26 Depok sukses menggelar selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dikolaborasikan dengan peringatan Hari Kartini. Kegiatan ini menampilkan berbagai karya inovatif siswa sekaligus pentas seni sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat RA Kartini dalam pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.

Kepala SMPN 26 Depok, Ahmad Sujai, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proyek P5 yang dilaksanakan sepanjang semester.

SMPN 26 Depok P5 1

“Selebrasi ini menampilkan pameran hasil karya siswa selama kegiatan P5 dengan tiga tema utama, yaitu kewirausahaan, teknologi tepat guna, dan gaya hidup berkelanjutan,” ujarnya.

- Advertisement -

Berikut rincian proyek per jenjang kelas, Kelas IX tentang Kewirausahaan, dimana siswa dilatih membuat produk makanan/minuman dan mempelajari strategi pemasaran digital.

“Mereka diajarkan membuat program marketing, termasuk memanfaatkan dunia digital untuk menjual produk,” jelas Sujai.

Kelas VIII tentang Teknologi Tepat Guna, siswa mengembangkan alat rumah tangga berbasis energi terbarukan, seperti kipas angin bertenaga surya dan senter ramah lingkungan.

Kelas VII tentang Gaya Hidup Berkelanjutan yang terfokus pada pengolahan sampah rumah tangga menjadi pestisida alami dan eco-enzim untuk pertanian.

“Dari awal semester, siswa melalui semua tahapan proyek dengan pendampingan guru. Mereka diberi kebebasan berkreasi sekaligus belajar berkolaborasi,” tambah Sujai.

Selain pameran, perayaan ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni untuk memeriahkan Hari Kartini.

“Ada fashion show, atraksi pencak silat, tari, dan vokal yang seluruhnya dibawakan oleh siswa terpilih melalui proses seleksi,” papar Sujai.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengasah bakat tetapi juga melatih sosialisasi.

“Semua dikerjakan secara kolaboratif antarsiswa, guru, dan warga sekitar. Ini adalah bagian dari inovasi dan pembentukan karakter siswa,” terangnya.

Bagian Kurikulum SMPN 26 Depok, Evi Helistina memaparkan struktur pelaksanaan P5 yang terdiri atas lima tahap, yakni orientasi pengenalan proyek kepada siswa, kontekstualisasi yakni eksplorasi pengetahuan dengan mendatangkan narasumber ahli, aksi merupakan pembuatan produk sesuai perencanaan, refleksi tentang evaluasi proses pembelajaran, terakhir tindak Lanjut pameran karya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Setiap kelas memiliki tiga tema P5 per tahun. Misalnya, kelas VII mengangkat kewirausahaan, kearifan lokal, dan gaya hidup berkelanjutan. Saat ini, mereka fokus pada pengolahan sampah untuk menciptakan produk bernilai,” jelas Evi.

Sebanyak 400 siswa dari 11 kelas terlibat dalam pameran ini. Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok, dengan dua kelompok menampilkan satu jenis produk. Beberapa hasil karya yang dipajarkan antara lain produk daur ulang sampah rumah tangga,eco-enzim dan pestisida alami, dan alat rumah tangga bertenaga Surya.(*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here