Jabaran.id – Inovasi pendidikan kembali ditunjukkan oleh SMPN 29 Depok dengan meluncurkan program terbaru, ‘Lorong Literasi’. Program yang digulirkan sejak Agustus 2025 ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi siswa melalui pendekatan yang modern dan menyenangkan, memanfaatkan potensi teknologi yang ada di sekolah.
Kepala SMPN 29 Depok, Titik Sunarsih, menjelaskan bahwa program ini merupakan sebuah terobosan untuk membiasakan siswa dengan aktivitas literasi pendidikan di setiap bagian sekolah.

“SMPN 29 Depok membuat program inovasi untuk penggalakan literasi siswa, yakni dengan membuat Lorong Literasi,” ujarnya.
Konsepnya unik dan memanfaatkan waktu istirahat siswa. Setiap hari pada jam istirahat kedua, yakni pukul 11:45 hingga 12:15, para siswa diajak untuk menonton film-film edukasi yang diputar di lorong sekolah. Suasana santai dan informal karena di jam istirahat sekolah, diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah menyerap ilmu tanpa merasa sedang dibebani oleh pelajaran formal.
“Kegiatannya dilaksanakan di Lorong sekolah. Dimana, siswa bisa bersantai sambil menonton film edukasi,” tambah Titik.
Awalnya, program ini dibuka untuk seluruh siswa secara bebas. Namun, antusiasme siswa yang begitu tinggi membuat sekolah harus mengaturnya dengan lebih terstruktur.
“Karena antusiasnya yang baik dari siswa, maka dibuatlah jadwal agar menontonnya lebih nyaman dan semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama,” jelas Titik.
Lorong Literasi tidak hadir tanpa sebab. Program ini berawal dari keinginan untuk memaksimalkan setiap aset dan potensi yang dimiliki sekolah untuk kemajuan pendidikan siswa.
“Ini adalah program yang ingin memanfaatkan setiap potensi di sekolah untuk edukasi siswa. Dimana, sekolah memiliki smart board yang sekiranya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan program sekolah, dan ini dibuat program literasi untuk siswa,” papar Titik.
Program ini juga merupakan bentuk adaptasi terhadap evolusi makna literasi di era digital. Titik Sunarsih menegaskan bahwa literasi kini telah mengalami perluasan makna.
“Dimana, sekarang ini literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis saja, tetapi literasi sudah merambah ke dunia digital, dimana ada tampilan audiovideo. Dan itu lebih diminati siswa,” tuturnya.
Dengan memahami bahwa siswa lebih tertarik pada konten audio-visual, Lorong Literasi hadir sebagai jembatan yang efektif untuk menyampaikan pesan edukatif melalui medium yang disukai generasi zaman sekarang.
Kehadiran Lorong Literasi di SMPN 29 Depok tidak hanya sekadar menjadi kegiatan penontonan film biasa. Program ini adalah sebuah pernyataan bahwa lingkungan belajar dapat diciptakan di mana saja, bahkan di lorong sekalipun, asalkan memiliki niat dan kreativitas untuk memanfaatkan teknologi.
“Inisiatif ini diharapkan dapat memacu minat literasi digital siswa dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menciptakan program-program kreatif yang relevan dengan kebutuhan belajar anak di abad ke-21,” katanya. (*)
