Jabaran.id – Perguruan Muhammadiyah Sawangan di penghujung hari Ramadan. Ratusan siswa, guru, dan para pimpinan organisasi berkumpul dalam sebuah acara yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga tonggak sejarah baru bagi institusi pendidikan tersebut. Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, Perguruan Muhammadiyah Sawangan menyalurkan santunan kepada 100 siswa yatim dan dhuafa, sekaligus mengumumkan sertifikasi tanah untuk bangunan SMP dan SMA setempat.
Kepala SD Muhammadiyah Sawangan, Muhaeroh, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar Muhammadiyah terhadap siswa yang membutuhkan. Ia menjelaskan bahwa santunan yang diberikan berasal dari partisipasi para siswa dan guru, yang kemudian dikembalikan kembali kepada siswa-siswa yatim dan dhuafa di lingkungan perguruan.

“Hari ini SD, SMP, SMA Perguruan Muhammadiyah Sawangan melaksanakan buka puasa bersama sekaligus santunan untuk 100 siswa yatim dan dhuafa yang bersekolah di perguruan Muhammadiyah Sawangan. Santunan ini dari siswa dan guru-guru yang diberikan kembali kepada siswa-siswa yatim dan dhuafa,” ujar Muhaeroh.
Lebih lanjut, Muhaeroh menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di lingkungan Muhammadiyah Kota Depok. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, H. Matridi; Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawangan, Khaerudin; beserta jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sawangan dan seluruh dewan guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah Sawangan.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaeroh juga membeberkan pencapaian besar lainnya yang diumumkan dalam acara buka puasa bersama. Selain santunan, agenda penting yang tak kalah membanggakan adalah penyerahan sertifikat tanah untuk bangunan SMP dan SMA Muhammadiyah Sawangan.
“Selain acara buka puasa bersama dan santunan, ada juga penyerahan sertifikat tanah SMP dan SMA. Dengan begitu, Amal Usaha Muhammadiyah di Sawangan sudah tanah dan gedung insya Allah sudah bersertifikasi semua,” ungkap Muhaeroh dengan penuh rasa syukur.

Dalam penjelasan yang lebih komprehensif, Muhaeroh menyampaikan bahwa sertifikasi tanah ini merupakan langkah penting bagi masa depan pendidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Sawangan. Ia menegaskan bahwa dengan legalitas tanah yang jelas, pihak yayasan dapat lebih leluasa mengembangkan fasilitas pendidikan tanpa kekhawatiran akan masalah status lahan di kemudian hari.
“Kami sangat bersyukur. Selama ini perjuangan untuk mendapatkan sertifikat tanah bukanlah perkara mudah. Namun berkat kerja keras semua pihak, terutama dukungan dari PDM Kota Depok dan PCM Sawangan, akhirnya semua terwujud. Ini adalah hadiah terindah di bulan Ramadan bagi kami sekeluarga besar Muhammadiyah Sawangan,” jelas Muhaeroh.
Ia menambahkan bahwa dengan bersertifikatnya seluruh tanah dan gedung, pihak sekolah kini dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa. Menurutnya, legalitas aset yang jelas juga meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di Perguruan Muhammadiyah Sawangan.
“Orang tua siswa pasti lebih tenang jika sekolah tempat anaknya belajar memiliki status tanah dan bangunan yang jelas. Ini juga memudahkan kami dalam mengajukan bantuan atau kerja sama dengan berbagai pihak di masa depan,” imbuh Muhaeroh.
Muhaeroh juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara buka puasa bersama dan santunan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah penerima manfaat yang semakin banyak.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua. Kami juga berharap para siswa yang menerima santunan dapat terus semangat dalam menuntut ilmu dan menjadi generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan keluarga,” pungkas Muhaeroh. (*)
