HomeNews43 TPA Terbakar, Wamen KLH Desak Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas

43 TPA Terbakar, Wamen KLH Desak Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas

Jabaran.id — Penumpukan sampah tanpa pemilahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) memicu bahaya serius berupa ancaman kebakaran massal di berbagai daerah. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, membeberkan fenomena ini sebagai dampak buruk gagalnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan industri.

“Saat ini sudah ada 43 TPA terbakar, ini karena tidak ada pemilahan yang baik. Jadi sampah organik menumpuk di sana, apalagi tercampur dengan bahan plastik, ditambah lagi dengan adanya El Niño. Itu semua meningkatkan potensi TPA terbakar. Kalau di TPA hanya sampah residu, maka kemungkinan kebakaran akan sangat kecil,” ujar Diaz saat memberikan sambutan kunci dalam acara Science Day 2026 di Universitas Ibn Khaldun Bogor, Rabu, 30 September 2026.

Melihat tingginya risiko kerugian lingkungan tersebut, pemerintah mendorong pemilahan sampah secara masif di tingkat hulu melalui penguatan peran kelompok masyarakat setempat.

“Kegiatan berbasis komunitas bisa menggerakkan pemilahan sampah di hulu. Harus dimulai dengan sosialisasi yang berbasis komunitas. Jadi tanpa adanya komunitas yang bergerak untuk memulai pemilahan di hulu, permasalahan sampah tidak akan selesai,” tegas Diaz.

- Advertisement -

Langkah pemilahan di hulu juga menjadi syarat mutlak keberhasilan penerapan teknologi pengolahan sampah modern, termasuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tengah didorong Presiden Prabowo. Tanpa pemilahan sejak dari rumah tangga hingga sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), inovasi sains setinggi apa pun dinilai tak akan berfungsi maksimal karena tingginya kadar air pada sampah tercampur.

“PSEL tanpa ada pemilahan, sampahnya akan menjadi sangat basah, tercampur, kadar airnya akan tinggi sekali yakni 60–70 persen, sedangkan PSEL yang efektif memerlukan sampah yang kadar airnya di bawah 30 persen,” pungkas Diaz.

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here