HomePendidikan55 Penggalang dari Kwaran Beji Siap Menjadi Pramuka Garuda

55 Penggalang dari Kwaran Beji Siap Menjadi Pramuka Garuda

Jabaran.id – Kwartir Ranting (Kwaran) Beji menggelar kegiatan verifikasi calon Pramuka Garuda untuk tingkat Penggalang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 55 siswa dari dua sekolah, yakni 22 siswa dari SMPIT Darul Abidin dan 33 siswa dari SMPIT Umul Quro. Verifikasi ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk membuktikan bahwa mereka layak menyandang status sebagai Pramuka Garuda, sebuah predikat tertinggi dalam dunia kepramukaan tingkat Penggalang.

Dalam pelaksanaannya, para calon Pramuka Garuda tingkat penggalang diuji melalui empat pos yang telah disiapkan oleh panitia. Pos pertama menguji kemampuan sandi, morse, dan semaphore. Pos kedua menguji keterampilan sampul dan ikatan. Pos ketiga menguji kemampuan Persatuan Baris Berbaris (PBB), dan pos keempat menguji wawasan kebangsaan serta patriotisme. Keempat pos ini dirancang untuk mengukur tidak hanya keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga karakter dan kecintaan terhadap tanah air.

Pramuka garuda tingkat penggalang beji 3

Ketua Kwaran Ranting Beji, Hoji, menegaskan bahwa menjadi Pramuka Garuda bukanlah sekadar gelar atau simbol yang melekat pada seragam. Menurutnya, predikat ini mengandung makna yang jauh lebih dalam, yakni sebuah tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

- Advertisement -

“Menjadi pramuka garuda itu menjadi pramuka yang sudah mencapai sikap dan sifat yang teladan untuk orang lain. Oleh karena itu bisa menjadi contoh untuk teman-temannya yang lain. Bukan hanya sebagai hiasan atau asesoris yang melekat dibaju, tetapi sebuah tanggungjawab,” ujar Hoji.

Hoji menambahkan bahwa Pramuka Garuda adalah sosok yang memiliki karakter baik. Ia tidak hanya dituntut untuk hafal Trisatya dan Dasadarma, tetapi yang terpenting adalah mampu menerapkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pramuka garuda tingkat penggalang beji 1

“Pramuka garuda adalah karakter baik, tidak hanya hafal trisatya atau dasadarma, tetapi bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hoji menjelaskan bahwa predikat Pramuka Garuda merupakan awal dari sebuah pengabdian yang lebih besar. Menurutnya, setelah menyandang status tersebut, seorang pramuka tidak serta-merta berhenti dan merasa selesai. “Justru sebaliknya, predikat itu menjadi titik awal untuk terus aktif dan menjadi contoh bagi orang lain,” jelas Hoji.

Sementara itu, Kepala SMPIT Darul Abidin, Ainun Rokhmiatun, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan para siswa yang telah berupaya keras untuk menjadi Pramuka Garuda. Menurutnya, persiapan yang dilakukan oleh para siswa sudah berlangsung lama dan penuh dedikasi.

“Siswa yang sudah melihat perjuangan siswa yang ingin menjadi pramuka garuda tingkat Penggalang. Persiapannya sudah lama,” kata Ainun.

Pramuka garuda tingkat penggalang beji 4

Ainun menjelaskan bahwa dalam proses verifikasi ini, dokumen-dokumen yang telah disusun oleh para siswa akan diperiksa kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting dari proses ini bukanlah semata-mata pada dokumen atau verifikasi formalitas, melainkan pada internalisasi karakter Pramuka Garuda itu sendiri.

“Nantinya dalam verifikasi ini dokumen yang sudah disusun dan dibuat apakah sesuai dengan yang ditentukan. Menjadi pramuka garuda bukan hanya tentang itu saja, tetapi menjadi karakter pramuka garuda bisa melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (*)

TERBARU

spot_img
spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here