Jabaran.id — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SMPN 21 Depok menggelar perhelatan kompetisi edukatif yang dirancang untuk mengasah kreativitas, kecakapan bahasa, serta kepedulian sosial para siswa. Rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini tidak hanya menjadi sarana unjuk kebolehan, tetapi juga diproyeksikan sebagai ajang pembinaan berkelanjutan bagi talenta-talenta muda di bidang literasi.
Ketua Panitia Bulan Bahasa SMPN 21 Depok, Cici Maulani, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan lima cabang perlombaan yang dirancang secara khusus untuk mengeksplorasi berbagai bentuk bakat dan minat siswa. Jenis perlombaan tersebut mencakup cipta dan baca puisi, menyanyi solo, cerdas cermat, pembuatan poster digital, hingga penulisan esai berbahasa Inggris.
“Setiap cabang lomba diikuti oleh perwakilan terbaik dari masing-masing kelas guna memastikan partisipasi yang merata dan kompetitif,” ucap Cici.
Pada cabang perlombaan poster digital dan penulisan esai bahasa Inggris, panitia secara khusus mengusung tema kepedulian lingkungan. Pemilihan tema tersebut bertujuan untuk mendorong para siswa agar tidak hanya mahir secara kebahasaan dan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan kritis terhadap isu-isu ekologi sekitar.
“Melalui media poster digital dan esai, para peserta diajak menyampaikan pesan-pesan edukatif mengenai pelestarian alam, pengurangan sampah, hingga gagasan solusi atas perubahan iklim yang dikemas dalam bahasa internasional maupun visual yang kreatif,” tuturnya.
Mengenai mekanisme pelaksanaan, Cici Maulani menuturkan bahwa babak penyisihan untuk seluruh cabang lomba dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung sejak 21 hingga 26 Oktober 2026. Dalam skema perlombaan ini, terdapat formulasi khusus untuk beberapa cabang, seperti cerdas cermat yang mewajibkan tiap kelas mengirimkan dua perwakilan putra dan putri, serta penulisan esai yang dikerjakan secara tim oleh dua orang siswa.
Para peserta yang lolos dari babak penyisihan akan kembali berlaga di babak final yang diselenggarakan pada puncak peringatan Bulan Bahasa pada 29 Oktober 2026, yang juga akan dimeriahkan oleh berbagai pementasan seni dan potensi siswa.
“Kami merancang rangkaian ajang Bulan Bahasa ini sebagai ruang ekspresi yang inklusif sekaligus menantang bagi seluruh siswa. Melalui kompetisi ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bertutur dan berkarya, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu global seperti lingkungan hidup,” ujar Ketua Panitia Bulan Bahasa SMPN 21 Depok, Cici Maulani.
Sementara itu, Kepala SMPN 21 Depok, Cucu Latifah, menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Bahasa tahun ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari total 22 rombongan belajar (rombel) yang ada di sekolahnya. Komposisi rombongan belajar tersebut terdiri dari tujuh rombel untuk kelas VII, tujuh rombel untuk kelas VIII, dan delapan rombel untuk kelas IX.
Kepala Sekolah juga mengungkapkan bahwa agenda besar ini merupakan wujud kolaborasi antardisiplin ilmu yang melibatkan lima mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda, Seni Budaya, serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
“Penggabungan berbagai disiplin ilmu ini dinilai efektif untuk memberikan pemahaman literasi yang utuh dan lintas sektoral bagi siswa,” terangnya.
Selain itu, kegiatan ini diposisikan sebagai pemetaan awal untuk menjaring bibit-bibit berbakat yang siap dibina lebih lanjut guna mewakili SMPN 21 Depok dalam berbagai ajang kejuaraan literasi, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional.
“Kegiatan Bulan Bahasa ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan langkah strategis sekolah dalam memetakan potensi dan bakat siswa secara berkelanjutan. Melalui integrasi lima mata pelajaran, kami menyiapkan program pembinaan intensif bagi para juara agar siap mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi literasi di luar sekolah,” ungkap Kepala SMPN 21 Depok, Cucu Latifah. (*)


