HomeNewsLS Vinus Survei Kinerja 100 Hari Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok, Ini...

LS Vinus Survei Kinerja 100 Hari Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok, Ini Hasilnya

Jabaran.id– Lembaga Studi Visi Nusantara atau LS Vinus merilis hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah selama 100 hari pertama masa jabatan mereka. Hasilnya menunjukkan mayoritas masyarakat belum puas atas kinerja keduanya.

Dalam survei yang dilakukan LS Vinus, hanya 39,05 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, sementara 60,95 persen lainnya mengaku tidak puas.

Koordinator LS Vinus Kota Depok, Jihan Fauziyah, mengatakan salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah keterbukaan informasi publik. Sebanyak 64,62 persen responden menyatakan tidak puas terhadap keterbukaan informasi di Kota Depok, sedangkan yang merasa puas hanya 35,38 persen.

Sementara itu, dalam hal pengelolaan media sosial pemerintah kota, 62,75 persen masyarakat mengaku tidak puas, dan hanya 37,25 persen yang menyatakan puas.

- Advertisement -

“Ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam komunikasi publik dan transparansi dari pemerintah Kota Depok,” ujar Jihan dalam keterangannya.

Jihan juga memaparkan lima kebutuhan utama masyarakat yang menurutnya harus segera direspon pemerintah kota. Meski tak merinci kebutuhan tersebut, ia menekankan pentingnya perhatian serius dari pemimpin daerah.

LS Vinus juga menanyakan sejauh mana keyakinan masyarakat terhadap kemampuan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam membawa Depok ke arah yang lebih baik. Hasilnya, hanya 5,75 persen masyarakat yang sangat yakin, 26,12 persen cukup yakin, sementara 5,62 persen kurang yakin dan 9,37 persen tidak yakin. Menariknya, sebanyak 53,14 persen responden menyatakan tidak tahu atau belum dapat menilai kepemimpinan keduanya.

“Data ini mencerminkan masih adanya keraguan masyarakat terhadap kepemimpinan saat ini dan perlunya upaya perbaikan yang nyata dalam waktu dekat,” pungkas Jihan.

Di lokasi yang sama, founder LS Vinus Yusfitriadi menganalogikan hasil tersebut seperti lampu merah, artinya hasil survei ini masuk di kategori kuning.

“Tidak jeblok, tapi kuning gitu loh. Apa artinya kalau kuning, nah hati-hati, hampir jeblok gitu loh,” ujar Yusfitriadi.

Yusfitriadi membahasakan lampu kuning, karena harus berhati-hati karena kinerjanya tidak benar dan harus segera ditingkatkan.

“Jangan sampai publik tidak percaya dan kalau publik sudah tidak percaya, akan muncul sebagai upaya pembangkangan publik. Dan kalau itu yang terjadi, maka itu bahaya, itu warning,” ucap Yusfitriadi.

Adapun survei ini dilakukan pada 25-30 Mei 2025, pengumpulan data melalui wawancara langsung ke lapangan terhadap 800 responden, menggunakan sistem cluster random sampling dengan margin of error 4 persen dan tingkat kepercayaan 94 persen.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here