Jabaran.id – Pos PAUD Melati yang berlokasi di Perumahan BSI, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, sukses menyelenggarakan acara tahunan Pentas Seni dan Ajang Kreasi sekaligus pelepasan siswa pada Rabu, 18 Juni 2025. Acara yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini menjadi wadah bagi puluhan siswa untuk mengekspresikan bakat seni mereka, khususnya dalam menampilkan berbagai tarian lokal Indonesia.
Eis Rahmawati, Kepala Pos PAUD Melati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan yang konsisten dilaksanakan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menyukseskan acara.

“Ini merupakan program tahunan atau setahun sekali dimana kami memberikan ruang kepada siswa untuk memaksimalkan kemampuan kapasitas siswa sejauh mana mereka bisa mengikuti aneka seni dan budaya Indonesia khususnya tarian local. Dan tentunya ini juga dibutuhkan kerjasama antar guru dan orang tua siswa sehingga acara dapat berjalan dengan baik, lancar, dan berkah untuk semua terutama untuk Pos PAUD Melati,” ujarnya Eis.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat ini termasuk Lurah Duren Mekar Supriyadi, Ketua RW 05 beserta jajarannya, Ustad DKM, perwakilan PKK RW 05, dan perwakilan Posyandu. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang telah berdiri selama 17 tahun ini.
Momen penghargaan diberikan kepada para guru yang telah mengabdi puluhan tahun. “Kami juga memberikan apresiasi Guru Paripurna dimana ada guru yang mengabdi selama 16 tahun, 13 tahun, dan 11 tahun,” ungkap Eis. Acara pelepasan siswa juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, dimana sebanyak 10 anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) secara resmi dilepas.
Pos PAUD Melati yang beroperasi secara non-komersial ini tetap konsisten memberikan layanan pendidikan terjangkau.
“Mohon doanya agar kami senantiasa bisa istiqamah untuk tetap bisa mengabdi di Pos PAUD Melati yang selama ini bersifat sosial, tidak komersial,” harap Eis.
Lembaga ini tidak menerapkan biaya pendaftaran maupun bulanan, hanya menerima infaq sukarela sebesar Rp 40.000 per bulan yang bisa dibayar secara mingguan atau per pertemuan bagi yang kurang mampu.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk siswa mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa,” tegas Eis.
Visi pendidikan di PAUD ini adalah menciptakan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik dan siap menghadapi kehidupan.
“Sehingga diharapkan jadi anak yang berbudi pekerti, anak yang hebat, anak yang life ready, dan cerdas sehingga menjadi kebanggaan yang bisa menjadikan keluarga bahagia,” tambahnya.
Dengan konsep belajar sambil bermain, Pos PAUD Melati berkomitmen untuk menghilangkan hambatan ekonomi dalam pendidikan anak usia dini.
“Saya hanya ingin anak-anak mendapatkan haknya yaitu bisa mendapatkan edukasi dengan cara bermain hingga sampai siap masuk ke jenjang selanjutnya dalam hal ini ke SD,” pungkas Eis. Keberadaan lembaga ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses oleh semua kalangan tanpa membebani orang tua. (*)
