Jabaran.id – Wali Kota Depok Supian Suri bersyukur di tengah eskalasi nasional yang sempat memanas, namun wilayahnya tetap kondusif berkat seluruh dukungan dari stakeholder.
Bahkan, setelah komunitas Ojol menggelar doa bersama, aksi damai mengecam tindakan anarkis juga disuarakan sejumlah perwakilan aliansi atau serikat buruh di Kota Depok pada Jumat, 5 September 2025.
Wali Kota Depok, Supian Suri mengaku berterima kasih kepada para buruh yang menginisiasi kegiatan damai ini, sehinga menjadi simbol bahwa seluruh stakeholder mencintai kotanya.
“Dan hal-hal yang kemarin terjadi, ini sudah kita perbaiki hari ini. Kami berharap ke depan tidak lagi terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan seperti kejadian kemarin,” kata Supian didampingi Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras.
Kemudian yang kedua, Supian juga berterima kasih kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya seluruh jajaran TNI-Polri yang memberikan dukungan penuh untuk menjaga kondusifitas di Kota Depok.
Menurutnya, semua ini tak lepas dari dukungan teman-teman buruh se-Kota Depok, masyarakat, serta segenap elemen lainnya.
“Yang ketiga, saya menyampaikan rasa duka mendalam, ikut prihatin terhadap para korban yang terjadi akibat kejadian kemarin. Baik almarhum Affan maupun almarhum yang lainnya yang juga mengalami nasib yang sama karena kejadian kemarin, baik yang di Makassar dan di tempat lain,” tuturnya.
“Saya ikut prihatin dan mendoakan mudah-mudahan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan kekuatan,” sambung Supian Suri
Selanjutnya, Wali Kota Depok uga berjanji, pihaknya akan mengevaluasi Perwal 97 terkait tunjangan perumahan DPRD Depok.
Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Kota Depok, Wido Pratikno menegaskan, bahwa pihaknya mengecam keras tindakan-tindakan anarkis yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini.
“Jadi kalau bicara buruh seluruh dunia itu akan bicara no kekerasan, no anarkis, no pengrusakan. Unjuk rasa adalah amanah yang dijamin oleh konstitusi dan itu diperbolehkan, tapi tidak boleh merusak, tidak boleh anarkis,” tegasnya.
Ia bersyukur, sejauh ini Depok tetap kondusif, terhindar dari aksi-aksi anarkis yang berlebihan.
“Alhamdulillah di Depok aman terkendali dan kondusif, pekerja tidak terprovokasi dengan adanya dinamika di kota kabupaten yang lain,” ujarnya.
Menurut Wido, kerusuhan yang disebabkan aksi anarkis hanya akan merugikan banyak pihak.
“Kan polisi juga itu rakyat Indonesia, yang lain juga ojol rakyat Indonesia juga, akhirnya yang jadi korban siapa, rakyat-rakyat Indonesia juga. Nah itu yang membuat keprihatinan kaum buruh, karena buruh anti kekerasan, anti anarkis,” tuturnya.
“Kami kaum buruh menyayangkan kalau ini (fasilitas umum) dirusak. Kalau dirusak kan ujung-ujungnya nanti yang bangun pemerintah, pemerintah ujung-ujungnya yang bangun rakyat-rakyat juga, kita juga yang rugi,” sambung dia.
Lebih lanjut Wido menyebut, bahwa aksi protes yang belakangan terjadi tak terlepas dari tunjangan berlebihan untuk anggota dewan.
“Saya jauh-jauh hari pernah diskusi lah sama kawan-kawan semua, bahwa awal mula dari Krisdayanti melaunching tentang bagaimana tunjangan-tunjangan itu, kami sedih.
Karena dalam kondisi Covid, buruh tidak naik gaji, buruh banyak ter-PHK, terus investasi juga turun, pajak naik, tapi mereka mendapatkan fasilitas luar biasa,” tuturnya.
“Terus tambah lagi terakhir bahwa DPR dengan naik seperti itu, mereka tidak impati terhadap kondisi sekarang. Harapannya, ayolah DPR juga impati semua terhadap kondisi itu,” keluh Wido.
Ia lantas mengingatkan visi misi Presiden Prabowo terkait efesiensi anggaran.
“Pak Prabowo bilang, negara ini baru berbenah, kita buruh yakin di 2026 Insya Allah Indonesia akan terus bergerak maju sampai seterusnya. Jadi kalau pesan saya, ayo ikatkan pinggang kita kenceng dulu, kita puasa, ada saatnya suatu saat kita lebaran,” yakinnya.
Kemudian, ia juga mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang tunjangan rumah, termasuk DPRD Depok.
“Masa sih satu bulan Rp50 juta, setahun Rp600 juta atau mungkin di Depok, sebulan Rp47,5 juta gitu, kayaknya kalau ngontrak di ini bisa lebih murah atau lebih ringan. Lihat kondisi rakyat yang lagi susah, itu harapannya seperti itu.”
Wido berpendapat, hal ini tak terlepas dari kesalahan dalam memilih pemimpin di tingkat legislatif.
“Ini juga kesalahan juga, mohon maaf banget, kesalahan yang milih DPR. Jangan salahin pemerintah aja nih, salah kita semua, karena yang milih DPR yang joget-joget kita semua, termasuk saya,” katanya.
“Saya milih mereka, mereka sekarang joget-joget dan ke depan, pilihlah pemimpin yang amanah, pilihlah pemimpin yang bener-bener cinta terhadap rakyatnya dan cinta kepada masyarakatnya,” tandasnya.
