Jabaran.id – SDN Sukamaju 2 di Kecamatan Tapos, Kota Depok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan nuansa yang tak biasa dan menyentuh, jauh dari format ceramah tradisional. Mengusung tema ‘Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk membangun generasi muda Islami’, pihak sekolah sengaja menghadirkan seorang pendongeng profesional, Ka’Adit, bersama boneka lucunya, Ciwa, sebagai penceramah utama untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan keagamaan kepada para siswa.
Kepala SDN Sukamaju 2, Erlin Erliani, menjelaskan bahwa pemilihan metode dongeng ini merupakan strategi efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur Rasulullah SAW secara ringan dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Kegiatan ini sesuai dengan tema kita, yakni ‘Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk membangun generasi muda Islami’,” ujar Erlin
Erliani. Ia menekankan pentingnya peran para siswa saat ini sebagai calon penerus bangsa.
“Anak-anak sekarang ini akan menjadi pengisi atau yang akan membangun Indonesia,” tegasnya.
Oleh karena itu, menurut Erlin, pembentukan karakter yang kuat dan baik, salah satunya yang dilandasi oleh keagamaan, merupakan fondasi yang harus diletakkan sedari dini. Pendekatan melalui dongeng dinilai mampu menjangkau pikiran dan hati anak-anak dengan lebih baik.
Dalam sesi dongeng yang penuh interaksi tersebut, Ka’Adit, ditemani boneka Ciwa, fokus menyampaikan pesan fundamental tentang pentingnya berbuat baik dalam setiap aspek kehidupan. Ka’Adit secara lugas mengajak seluruh siswa untuk mempraktikkan kebaikan dalam interaksi sehari-hari, baik kepada anggota keluarga maupun orang lain di sekitar mereka. Pesan kuncinya sederhana namun mendalam:
“Dengan berbuat baik, akan memunculkan kebaikan-kebaikan berikutnya. Itu pesan yang ingin disampaikan,” kata Erlin.
Selain itu, Ka’Adit juga memanfaatkan karakter boneka Ciwa, yang digambarkan sebagai anak kecil yang senang belajar akan sesuatu hal yang baru, untuk memberikan inspirasi langsung kepada para peserta didik. Melalui kisah Ciwa, Ka’Adit menanamkan pesan penting kepada anak-anak untuk senantiasa belajar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Cara penyampaian yang kreatif ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi siswa SDN Sukamaju 2 untuk tidak hanya mencontoh sifat mulia Nabi Muhammad SAW, tetapi juga aktif mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. (*)
