Jabaran.id – Finlandia berhasil mempertahankan gelarnya sebagai negara paling bahagia di dunia untuk tahun keenam berturut-turut menurut World Happiness Report 2024. Prestasi konsisten ini mengundang analisis mengenai fondasi kebahagiaan masyarakatnya. Filsuf dan psikolog Finlandia, Frank Martela, mengidentifikasi tiga prinsip fundamental dalam kehidupan masyarakat Finlandia yang berkontribusi terhadap tingginya tingkat kebahagiaan mereka.
1. Tidak mengabaikan pentingnya alam
Prinsip pertama adalah tidak mengabaikan pentingnya alam. Survei yang dilakukan Sitra pada tahun 2021 mengungkap bahwa 87 persen masyarakat Finlandia percaya alam memberikan ketenangan pikiran, energi, dan relaksasi. Komitmen ini diwujudkan dalam kebijakan liburan musim panas selama empat minggu bagi setiap karyawan, yang biasanya digunakan untuk tinggal di pedesaan dengan fasilitas minimal. Bagi warga Finlandia, waktu yang dihabiskan di alam terbuka dianggap meningkatkan kemampuan bertahan hidup, kesejahteraan, dan proses pengembangan diri.
2. Tidak membandingkan diri dengan orang lain
Prinsip kedua adalah tidak membandingkan diri dengan orang lain. Masyarakat Finlandia menjalani filosofi yang tercermin dalam pepatah kuno mereka, “Kell’ onni on, se onnen kätkeköön,” yang berarti “Jangan membandingkan atau menyombongkan kebahagiaan Anda.” Filosofi ini mendorong setiap individu untuk fokus pada standar kebahagiaannya sendiri dan tidak terpengaruh oleh pencapaian material orang lain.
3. Tidak mengambil hak orang lain
Tidak mengambil hak orang lain, yang ditopang oleh tingkat kejujuran dan kepercayaan yang tinggi. Sebuah eksperimen global oleh Reader’s Digest pada tahun 2022 membuktikan tingkat kejujuran ini, dimana 11 dari 12 dompet yang sengaja dijatuhkan di Helsinki dikembalikan kepada pemiliknya. Penelitian National Bureau of Economic Research juga mendukung hal ini, menyimpulkan bahwa skala kebahagiaan suatu negara meningkat seiring dengan tingginya tingkat kejujuran dan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari, dimana anak-anak di Finlandia biasa pulang sekolah dengan bus umum dan bermain tanpa pengawasan ketat orang dewasa. (*)

To the http://jabaran.id/fekal0911 Owner