Jabaran.id – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmad, memaparkan proyeksi pembangunan infrastruktur dan program sosial yang dibiayai APBD 2026.
Penjelasan ini ia sampaikan guna merespons aspirasi warga dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah TA 2026 di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Minggu, 8 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbullah memberikan pembaruan terkait beberapa agenda krusial bagi warga Jawa Barat, khususnya di Kota Depok.

Sektor Infrastruktur, salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan Underpass Citayam dengan estimasi anggaran mencapai Rp 300 miliar.
“Underpass Citayam sebelumnya kan terkendala pembebasan lahan, karena berada di Kota Depok dan Kabupaten Bogor,” ujar Hasbullah.
Namun, setelah ada kepastian dan komitmen dari pemerintah Kota Depok dan Kabupaten Bogor yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya untuk pembebasan lahan ada titik temu.
“Berdasarkan koordinasi dengan Wali Kota Depok, Supian Suri, proses pembebasan lahan ternyata belum tuntas. Karena status tanah belum clear, tapi kan kemarin sudah ada MoU ya, nanti dari Jawa Barat menganggarkan untuk pembangunan fisiknya,” jelas Hasbullah.
Hasbullah pun memberikan kabar baik di sektor pendidikan bagi Kota Depok, karena di Kecamatan Limo akan dibangun SMA Negeri oleh pemerintah provinsi.
“Juga ada pembangunan 96 ruang kelas baru (RKB), untuk SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri,” papar Hasbullah.
Selain itu, ia menyoroti kelanjutan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Di tahun mendatang, setiap unit rumah yang lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan renovasi sebesar Rp 40 juta.
“Alurnya tetap melalui penginputan data oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebelum diverifikasi oleh Pemprov Jabar,” tutur Hasbullah.
Pada kesempatan tersebut, dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Depok dan Kota Bekasi ini juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap status Desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menurut Hasbullah, status Desil kini menjadi kunci utama dalam mengakses berbagai bantuan pemerintah, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.
”Mau masuk sekolah atau urusan sosial lainnya, tolong perhatikan status Desilnya. Kalau belum tahu, silakan tanya ke Kelurahan,” katanya.
”Status Desil ini penting agar kawan-kawan mendapatkan pengakuan dari negara. Semua layanan seperti KIS, SKTM, bansos beras, UHC, hingga beasiswa, semuanya sekarang mengacu pada data Desil,” Imbuh Hasbullah.
