Jabaran.id – Jabatan Kepala SMPN 5 Depok kini beralih dari Pelaksana Tugas (PLT) Sumarno kepada Iyang Bahtiar, dalam sebuah acara yang tidak hanya sekadar pergantian pejabat, tetapi juga menjadi ajang reuni emosional karena Iyang ternyata adalah mantan guru yang pernah mengabdikan dirinya di sekolah tersebut lebih dari dua dekade lalu.
Sumarno resmi melepaskan jabatannya setelah menjalankan tugas sebagai PLT Kepala SMPN 5 Depok selama kurun waktu 15 bulan. Selama masa transisi tersebut, ia berhasil menjaga stabilitas dan roda organisasi sekolah tetap berputar dengan baik. Kini kursi kepemimpinan di SMPN 5 Depok akan diisi oleh Iyang Bahtiar, yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala SMPN 14 Depok.

Dalam sambutan perpisahannya, Sumarno tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang mendampingi keluarga besar SMPN 5 Depok. Ia mengakui bahwa pencapaian selama 15 bulan terakhir bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi solid seluruh civitas akademika.
“15 bulan menjadi PLT Kepala SMPN 5 Depok. Berkat dukungan dari seluruh pihak dan juga komite sekolah, bisa membawa SMPN 5 Depok menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pria secara definitiv memimpin SMPN 2 Depok itu juga menekankan profesionalitasnya selama masa penugasan. Meskipun menyandang status sebagai pejabat sementara dengan segala keterbatasan wewenang, Sumarno memastikan bahwa tidak ada satu pun program maupun kegiatan belajar mengajar yang terbengkalai.
“Tentunya dengan keterbatasan status PLT, program dan kegiatan di SMPN 5 Depok tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Momen serah terima jabatan ini menjadi sangat istimewa bagi Iyang Bahtiar. Bukan hanya karena ia dipercaya memimpin sekolah baru, tetapi juga karena ia kembali ke tempat yang menyimpan banyak kenangan akan awal kariernya. Pria yang baru saja dilantik ini mengungkapkan fakta menarik bahwa dirinya bukanlah wajah asing di SMPN 5 Depok.
“Dimana pun seorang ASN harus bisa menerima. Sebelumnya pernah jadi guru di SMPN 5 Depok pada tahun 2000,” tuturnya mengenang masa lalunya.
Meskipun bersuka cita kembali ke “rumah” lamanya, Iyang tidak serta merta melupakan pengabdiannya di tempat sebelumnya. Ia menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMPN 14 Depok yang telah membersamainya selama ini. Bagi Iyang, mutasi ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Tentunya tidak lupa dengan jasa dan peran dari keluarga SMPN 14 Depok. Sesungguhnya mengemban amanah, semoga bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Kasi Kurikulum Bidang SMP, Fitra Sukandar menjelaskan bahwa perpindahan posisi seperti yang dialami Sumarno dan Iyang Bahtiar merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi pemerintahan.
“Sekarang sudah fokus dengan SMPN 2 Depok, karena Sumarno secara definitif menjadi Kepala SMPN 2 Depok,” jelasnya.
Fitra Sukandar menambahkan bahwa dinamika rotasi ini tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Justru, hal ini menjadi bukti kesiapan para abdi negara untuk ditempatkan di berbagai lini pengabdian. Menurutnya, fleksibilitas dan adaptabilitas adalah kunci utama dalam membangun sistem pendidikan yang lebih kokoh.
“Lumrah ASN ditempatkan dimana saja dengan tugas apa saja selama untuk membangun negara menjadi lebih baik,” pungkasnya. (*)
