HomePendidikanRamadan di SMPN 23 Depok: Siswa Gelar Buka Bersama, Salurkan Zakat dan...

Ramadan di SMPN 23 Depok: Siswa Gelar Buka Bersama, Salurkan Zakat dan Sembako

Jabaran.id – Siswa SMPN 23 Depok memadati lingkungan sekolah pada Jumat sore, 13 Maret 2026, untuk mengikuti puncak acara Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1447 Hijriah. Momen yang dinanti-nantikan ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sanlat, tetapi juga menjadi ajang implementasi nyata dari nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial yang telah dipelajari para siswa.

Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Sebagai Momentum Memperbaiki Hati serta Menjaga Kedamaian” ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa dari berbagai jenjang. Puncak acara yang digelar pada Jumat sore tersebut dihadiri oleh seluruh siswa, dewan guru, staf tata usaha, serta perwakilan komite sekolah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di penghujung bulan suci.

SMPN 23 Depok di pesantren Ramadan 4

Wakil Kesiswaan SMPN 23 Depok, Atiek Indriani, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sanlat tahun ini didesain untuk memberikan pengalaman keagamaan yang komprehensif bagi para siswa. Kegiatan yang berlangsung mulai 5 hingga 13 Maret 2026 tersebut dilaksanakan secara bergantian per jenjang selama dua hari, dengan puncaknya pada Jumat yang melibatkan seluruh elemen sekolah.

- Advertisement -

“Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah SMPN 23 Depok dengan tema ‘Ramadan Sebagai Momentum memperbaiki hati serta menjaga kedamaian’ dilaksanakan dalam rangka membentuk karakter religius selama bulan Ramadan,” ujar Atiek Indriani saat ditemui di sela-sela acara.

Ia menambahkan bahwa selama sepekan lebih, para siswa dibekali dengan berbagai kegiatan positif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Setiap jenjang mendapatkan porsi kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh siswa.

“Kegiatan ini diisi dengan berbagai acara, seperti salat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, hafalan, games, dan materi yang menarik yang diisi oleh guru,” tambah Atiek.

SMPN 23 Depok di pesantren Ramadan 1

Puncak acara menjadi momen yang paling istimewa. Seluruh siswa dari semua jenjang berkumpul untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai sejak sore hari. Suasana sekolah berubah menjadi ruang kebersamaan yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan sosial. Atiek menjelaskan bahwa pada hari puncak tersebut, seluruh komponen sekolah hadir untuk merayakan keberhasilan pelaksanaan sanlat sekaligus mempraktikkan kepedulian terhadap sesama.

“Puncaknya yaitu di tanggal 13 Maret 2026 seluruh siswa hadir untuk mengikuti acara buka puasa bersama, yang juga dihadiri oleh guru-guru, staff, dan komite sekolah,” jelas Atiek Indriani.

Pada hari puncak tersebut, SMPN 23 Depok juga melaksanakan agenda sosial yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Penyaluran zakat fitrah dan pembagian sembako Ramadan menjadi bukti nyata kepedulian warga sekolah terhadap sesama. Atiek menjelaskan bahwa dana dan bahan pokok yang disalurkan berasal dari partisipasi aktif seluruh siswa dan guru.

“Dihari ini juga dilaksanakan pemberian zakat fitrah bagi siswa SMPN 23 Depok yang berhak menerimanya, serta pembagian sembako Ramadan yang dikumpulkan dari setiap kelas untuk diberikan kepada siswa/i SMPN 23 Depok yang membutuhkan baik itu muslim dan non muslim, serta lingkungan sekitar sekolah,” terang Atiek.

Ia menegaskan bahwa semangat berbagi di bulan suci tidak hanya ditujukan kepada siswa yang beragama Islam, tetapi juga merangkul seluruh warga sekolah tanpa memandang perbedaan keyakinan. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu menjaga kedamaian, di mana nilai-nilai kebaikan dan kepedulian harus melampaui sekat-sekat perbedaan.

SMPN 23 Depok di pesantren Ramadan 1

Kepala SMPN 23 Depok, Sukmawaty Zulkifli, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme dan partisipasi seluruh warga sekolah. Menurutnya, kegiatan sanlat ini memiliki tujuan yang sangat fundamental dalam pembentukan karakter siswa, tidak hanya selama bulan Ramadhan, tetapi juga untuk kehidupan mereka di masa mendatang.

“Tujuan dari kegiatan ini antara lain, meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT melalui berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan. Membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, seperti jujur, disiplin, dan saling menghormati,” ujar Sukmawaty Zulkifli.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan keimanan dan ketakwaan menjadi fondasi utama yang ingin dibangun melalui rangkaian kegiatan sanlat. Dengan memperkuat hubungan vertikal kepada Tuhan, diharapkan para siswa memiliki landasan spiritual yang kokoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembentukan karakter akhlak mulia menjadi target jangka panjang yang harus terus dirawat.

“Menambah pemahaman siswa tentang ajaran Islam, seperti ibadah, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan. Melatih kebiasaan ibadah yang baik, seperti membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan berdzikir. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antar siswa melalui kegiatan keagamaan bersama dan berbagi zakat dan sembako,” tambah Sukmawaty.

Sukmawaty memaparkan bahwa materi-materi yang disampaikan selama sanlat tidak hanya berhenti pada teori semata. Para siswa diajak untuk mempraktikkan langsung kebiasaan ibadah yang baik, seperti shalat dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, sehingga kegiatan ini menjadi wahana pembiasaan yang efektif.

Menjelang waktu berbuka, acara diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh siswa-siswi SMPN 23 Depok sendiri. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk tampil sebagai penceramah merupakan bagian dari upaya sekolah untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi mereka di depan umum. Materi ceramah yang disampaikan pun beragam, mulai dari keutamaan bulan Ramadan hingga pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terlihat saat seluruh siswa, guru, dan staf duduk bersama menikmati hidangan berbuka yang sederhana. Setelah menunaikan shalat Magrib berjamaah, para siswa secara tertib kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan sanlat.

Sukmawaty Zulkifli berharap bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilalui selama bulan Ramadhan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang telah ditanamkan selama sanlat diharapkan dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berlalu.

“Harapannya kegiatan ini selain membentuk karakter religius anak di bulan Ramadan, juga mempererat hubungan antara siswa, guru, orang tua serta lingkungan sekolah. Semoga nilai-nilai yang didapat dari kegiatan ini bisa diimplementasikan di dalam kegiatan sehari-hari walaupun tidak di bulan Ramadan,” pungkas Sukmawaty Zulkifli. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here