HomeJabarIni Penyebab Gubernur Jawa Barat Ambil Alih Perbaikan Jembatan Cijurey yang Ambruk

Ini Penyebab Gubernur Jawa Barat Ambil Alih Perbaikan Jembatan Cijurey yang Ambruk

Jabaran.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih perbaikan Jembatan Cijurey di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, menyusul ambruknya struktur jembatan tersebut akibat hujan deras pada 23 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak dapat menangani perbaikan secara cepat karena keterbatasan anggaran, sementara jembatan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas warga.

Ambrolnya Jembatan Cijurey menyebabkan jalur Cimanggu-Cicurug-Ciranca-Bantarujeg tidak dapat dilalui. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian luas di media sosial. Putusnya akses tersebut mengakibatkan aktivitas sehari-hari warga serta kegiatan ekonomi di wilayah sekitarnya terganggu.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa secara aturan, perbaikan jembatan merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten. Namun, kondisi keuangan daerah dinilai tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan perbaikan yang mendesak. Berdasarkan data yang diperoleh, sisa anggaran belanja tidak terduga (BTT) Kabupaten Majalengka hanya tersisa sekitar Rp 2 miliar, sementara perkiraan kebutuhan untuk memperbaiki jembatan mencapai Rp 7 miliar.

“Tetapi dana BTT-nya tinggal Rp 2 miliar lagi. Sedangkan kebutuhan jembatan itu kurang lebih Rp 7 miliar,” kata Dedi.

- Advertisement -

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih untuk turun langsung menangani perbaikan agar proses penanganan tidak berlarut-larut. Langkah ini diambil untuk memastikan agar akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga dapat segera pulih.

Dedi mengaku telah memerintahkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat untuk segera melakukan pengecekan di lapangan. Tim yang diturunkan akan menghitung secara rinci kebutuhan biaya sekaligus menentukan langkah-langkah teknis perbaikan, dengan target agar jembatan dapat segera difungsikan kembali oleh masyarakat.

“Hari ini juga PU Provinsi Jawa Barat turun ke lapangan untuk menghitung biaya dan menyiapkan penanganan sampai jembatan kembali bisa digunakan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa percepatan perbaikan menjadi prioritas utama karena jembatan tersebut merupakan jalur penting yang menunjang aktivitas keseharian warga di Kecamatan Bantarujeg dan sekitarnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here