Jabaran.id — Insiden maut yang terjadi di Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga publik.
Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur tersebut dilaporkan menewaskan 15 orang, yang seluruhnya merupakan perempuan.
Aktris Rachel Amanda turut menyampaikan rasa kehilangan dan empatinya atas kejadian memilukan tersebut.
Ia menilai para korban merupakan sosok perempuan tangguh yang tengah berjuang mencari nafkah demi keluarga mereka.
Dalam pernyataannya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rachel mengungkapkan kesedihannya atas insiden tersebut.
Ia melihat tragedi ini sebagai gambaran nyata risiko yang masih harus dihadapi oleh para pekerja perempuan, khususnya pengguna transportasi publik.
Menurutnya, aspek keamanan bagi para pekerja terutama perempuan masih belum sepenuhnya terjamin. I
a menilai kondisi ini menjadi refleksi bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam sistem transportasi publik di Indonesia.
Tak hanya soal keselamatan, Rachel juga menyoroti tekanan besar yang kerap dirasakan perempuan di dunia kerja. Ia menyebut bahwa perempuan sering dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menjalankan berbagai peran sekaligus secara sempurna.
Ia menjelaskan, selain harus berkarier, perempuan juga dituntut untuk mengurus rumah tangga dan keluarga dengan standar tinggi.
Padahal, ekspektasi tersebut kerap tidak realistis dan justru menambah beban yang sudah berat.
Rachel menegaskan bahwa baik laki-laki maupun perempuan sama-sama menghadapi tantangan dalam bekerja.
Namun, perempuan sering kali mendapatkan tekanan tambahan yang lebih kompleks, baik dari lingkungan sosial maupun ekspektasi masyarakat.
Tragedi ini pun menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan keselamatan transportasi publik serta dukungan yang lebih besar terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya perempuan di Indonesia.
