Jabaran.id – Kegiatan perkemahan identik dengan alam terbuka, namun Kwartiran Ranting (Kwaran) Sukmajaya, Kota Depok, membuat inovasi, yakni sebanyak 282 peserta Pramuka siaga justru mendirikan tenda dan berkegiatan di dalam pusat perbelanjaan, tepatnya di Depok Town Square (Detos).
Ketua Persari, Akbar Afrizal menjelaskan, kegiatan Perkemahan Siang Hari (Persari) yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 ini, menjadi yang pertama kalinya digelar Kwaran Sukmajaya. Bukan tanpa alasan, lokasi yang tidak biasa ini dipilih untuk menjawab tantangan cuaca ekstrem yang belakangan sulit diprediksi, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi para siswa kelas III dan IV SD.

“Persari kali ini diikuti oleh 282 peserta yang merupakan siswa tingkat siaga dari 20 Sekolah Dasar, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di wilayah Kecamatan Sukmajaya. Mereka datang sejak pagi dengan antusiasme tinggi, membawa perlengkapan berkemah masing-masing,” ucapnya.
Sepanjang delapan jam pelaksanaan, panitia telah menyiapkan serangkaian kegiatan yang padat namun tetap menyenangkan. Para siswa tidak hanya belajar mendirikan tenda, tetapi juga mengikuti senam bersama untuk menyegarkan tubuh. Selain itu, ada kegiatan mewarnai bendera negara-negara ASEAN yang bertujuan mengenalkan kebhinekaan sejak dini.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah kegiatan melihat, mengingat, dan menulis berbagai peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Sesi ini menjadi sangat krusial mengingat pentingnya pengetahuan dasar keselamatan bagi anak-anak usia siaga.
“Kami sengaja membawa anak-anak ke mal untuk menunjukkan bahwa belajar kepramukaan tidak harus selalu di alam terbuka yang penuh tantangan fisik. Justru di lingkungan modern seperti mal, mereka bisa belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan dalam suasana yang tetap terkontrol,” jelas Akbar.
Lebih jauh, Akbar menambahkan bahwa meskipun digelar di mal, kegiatan mendirikan tenda tetap dilakukan secara sungguh-sungguh. Hal ini untuk melatih motorik kasar dan kerjasama tim, dua keterampilan dasar yang menjadi fondasi dalam Gerakan Pramuka.

“Itu adalah simbol bahwa Pramuka bisa hadir di mana saja. Tidak ada ruang yang salah untuk belajar, yang ada hanyalah tantangan untuk terus beradaptasi,” pungkas Akbar.
Sementara itu, Ketua Kwaran Sukmajaya, Mintarsih, menjelaskan bahwa pemilihan mal sebagai lokasi kegiatan didasari oleh pertimbangan kenyamanan dan keselamatan anak-anak. Menurutnya, cuaca yang tidak bersahabat dengan kerap munculnya hujan di siang dan sore hari menjadi kendala jika perkemahan dilakukan di alam terbuka.
“Kegiatan Persari diadakan di sebuah mall, juga untuk memberikan rasa nyaman kepada siswa, karena sekarang ini cuaca sedang tidak bisa ditebak. Karena kerap hujan di saat siang dan sore hari. Jadi, diadakan di dalam ruangan,” ujar Mintarsih saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Mintarsih menambahkan bahwa langkah ini sekaligus menjadi edukasi bagi para anggota Pramuka bahwa kegiatan berkemah tidak selalu harus di hutan atau lapangan. Dengan suasana baru di dalam mal, pihaknya ingin menunjukkan bahwa semangat kepramukaan dapat tetap berjalan dengan baik dan menyenangkan di mana pun, selama ada kemauan dan kreativitas.
“Kegiatan ini sekaligus memberikan suasana baru untuk siswa, dimana kegiatan berkemah dimanapun dan kapanpun bisa diselenggarakan dengan baik dan menyenangkan,” tambah Mintarsih memberikan fakta penting bahwa adaptasi lokasi tidak mengurangi esensi dari pendidikan kepramukaan. (*)
