HomeNewsPolemik MBG, Novi Anggriani: Momentum Libur Sekolah Harus Jadi Ajang Evaluasi Total

Polemik MBG, Novi Anggriani: Momentum Libur Sekolah Harus Jadi Ajang Evaluasi Total

Jabaran.id — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang menjadi program super prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian hari kian menuai badai polemik.

Di satu sisi, gelombang kritik mulai bermunculan dari berbagai kalangan yang menuntut agar program ini dihentikan total. Kelompok skeptis menilai MBG membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) secara ugal-ugalan dan rawan salah sasaran di lapangan.

Namun di sisi lain, program ini membuktikan diri sebagai oase bagi masyarakat akar rumput. Banyak orang tua merasa sangat terbantu dalam memenuhi gizi anak-anak mereka, sementara ribuan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta warung-warung lokal kecipratan berkah ekonomi karena dilibatkan sebagai penyedia menu.

Melihat polarisasi tajam ini, Pemerhati Perempuan dan Anak asal Depok, Novi Anggriani, ikut angkat bicara memberikan sudut pandang yang lebih jernih dan solutif.

- Advertisement -

Menurutnya, menghentikan program ini secara mendadak bukanlah jawaban yang bijak, melainkan sebuah langkah mundur bagi masa depan generasi bangsa. Namun, menutup mata dari berbagai kekurangan di lapangan juga sama berbahayanya

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada riak-riak di lapangan, tapi menghentikan program ini sama saja merenggut hak gizi anak-anak kita yang sangat terbantu, termasuk para pelaku UMKM yang baru saja mulai bernapas lega,” ujar Novi Anggriani saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juni 2026.

Meski begitu, Novi yang kini berkarir di Boston Amerika Serikat ini mendesak pemerintah untuk bersikap taktis dan tidak antikritik. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan momen libur sekolah sebagai masa jeda strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan total terhadap sistem distribusi serta pengawasan program MBG.

“Masa libur adalah waktu emas bagi pemerintah untuk melakukan audit total, memperbaiki data penerima yang karut-marut, dan merapikan rantai pasoknya. Jangan sampai niat mulia menekan angka stunting ini justru ternodai oleh tata kelola yang amatir dan pemborosan anggaran,” tegas Novi.

Novi menilai, masa libur sekolah adalah waktu di mana operasional pembagian makanan berhenti sementara, sehingga tidak akan mengganggu hak makan anak-anak saat evaluasi berjalan.

“Dengan perbaikan total di masa jeda, semoga program MBG bisa kembali bergulir pasca-liburan dengan performa yang jauh lebih matang, transparan, dan tepat sasaran,” ucap Novi Anggriani.

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here