Jabaran.id — Momentum peringatan Hari Yoga Internasional atau International Day of Yoga ke-12 yang digelar di Alun-alun Grand Depok City (GDC) Kota Depok ini menjadi tonggak penting dalam mengampanyekan gaya hidup sehat lintas generasi oleh. Kegiatan yang diinisiasi Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI) Kota Depok tersebut diikuti oleh 100 orang, bahkan perwakilan dari Duta Besar India untuk Indonesia pun hadir menjadi salah instruktur Yoga.
Ketua PPYNI Kota Depok, Rosa Sastra, menjabarkan secara mendalam bahwa esensi utama dari perhelatan tahun ini berfokus pada konsep keberlanjutan kesehatan fisik dan mental masyarakat seiring bertambahnya usia. Ia menegaskan bahwa pemilihan tema ‘Yoga for Healthy Ageing’ didasarkan pada fakta medis bahwa latihan yoga yang konsisten mampu menjaga elastisitas otot, meningkatkan kapasitas paru-paru, serta menurunkan kadar hormon kortisol yang memicu stres pada tubuh. Menurutnya, keterlibatan perwakilan dari Kedutaan Besar India untuk Indonesia dalam perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Kota Depok dalam memasyarakatkan olahraga telah mendapatkan pengakuan yang luas, sekaligus memperkuat hubungan bilateral melalui jalur kebugaran komunitas.

“Dalam rangka International Day of Yoga, Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia mengadakan kegiatan yoga bersama 100 orang di Alun-alun GDC, Kota Depok. Dalam kegiatan tersebut, PPYNI bekerjasama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kota Depok. Dalam kegiatan yang bertemakan ‘Yoga for Healthy Ageing’ tersebut, turut hadir juga perwakilan dari Duta Besar India untuk Indonesia. Ini adalah perhelatan tahun kedua dalam rangka International Day of Yoga,” ujar Rosa Sastra.
Sementara itu, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Depok, Setiawan Witjaksana melihat momentum kolaborasi ini dari kacamata yang lebih luas, yakni sebagai instrumen penguat kohesi sosial dan diplomasi global. Pihak Kormi menilai bahwa olahraga berbasis masyarakat memiliki keunikan tersendiri karena mampu meleburkan sekat-sekat perbedaan dan menyatukan individu dari berbagai latar belakang dalam satu frekuensi yang sama.
“Olahraga masyarakat bisa untuk bisa mempererat hubungan sampai internasional. Jadi olahraga selain untuk kesehatan, tetapi juga bisa untuk menjalin silaturahmi. Ini selaras dengan budaya hidup aktif dan hidup sehat serta hidup produktif dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Setiawan Witjaksana.
Pihak internal organisasi juga menaruh harapan besar agar gaung dari perayaan Hari Yoga Internasional ini tidak berhenti sebatas seremonial tahunan semata, melainkan menjadi pemicu lahirnya komunitas-komunitas yoga baru di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Keberhasilan pelaksanaan di tahun kedua ini diharapkan menjadi cetak biru bagi penyelenggaraan ajang olahraga rekreasi yang lebih megah dan inklusif di masa-masa yang akan datang.

Pembina PPYNI Kota Depok, Citra Indah Yulianti, memaparkan pandangan strategisnya mengenai pentingnya perluasan penetrasi yoga di ruang-ruang publik sebagai bagian dari intervensi kesehatan preventif masyarakat. Ia menguraikan data kepesertaan yang terus menunjukkan tren positif, di mana hal tersebut mencerminkan tingginya animo warga Depok terhadap olahraga yang mengombinasikan kekuatan fisik dan ketenangan jiwa.
“Semoga ini bisa berlangsung setiap tahunnya, dengan jumlah yang lebih banyak. Ini adalah tahun kedua Kota Depok mengadakan kegiatan Yoga bersama dalam rangka International Day Yoga. Semoga kegiatan Yoga menjadi lebih booming, dan bisa ada lagi di momen-momen lainnya,” pungkas Citra Indah Yulianti. (*)
