Jabaran.id — Sebanyak 48 regu pramuka penggalang dari 19 pangkalan yang tersebar di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, akan berkumpul dalam ajang Lomba Kejar Bintang (LKB) 2026 di Pangkalan SMPN 2 Depok. Kegiatan tahunan yang telah mencapai penyelenggaraan ketujuh ini mengusung tema ‘Step, Strive, Shine’, sebuah filosofi yang mencerminkan langkah maju, perjuangan, dan pencapaian gemilang bagi setiap peserta.
Kepala SMPN 2 Depok sekaligus Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan), Sumarno, menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa. Lebih dari itu, LKB dirancang sebagai ruang bagi para penggalang untuk menguji kemampuan, membangun karakter, dan memperkuat jaringan persaudaraan antardaerah.

“Lomba Kejar Bintang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Pramuka se-Jabodetabek serta meningkatkan solidaritas melalui perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Sumarno.
Menurut Sumarno, pemilihan tema ‘Step, Strive, Shine’ memiliki makna yang dalam bagi setiap peserta. Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa di dalam kepramukaan, kemenangan sejati bukan hanya tentang juara, tetapi tentang bagaimana setiap individu mampu memberikan yang terbaik bagi timnya.
“Setiap regu harus melangkah dengan percaya diri, berjuang keras dalam setiap tantangan, dan pada akhirnya bersinar dengan prestasi yang mereka raih. Ini adalah proses pembentukan mental dan keterampilan yang akan mereka bawa hingga dewasa,” imbuhnya.
Dari data yang dihimpun panitia, jumlah peserta pada tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, LKB diikuti oleh 51 regu, sementara pada 2026 tercatat 48 regu yang siap bertanding. Dari jumlah tersebut, regu putra berjumlah 18 regu, sedangkan regu putri mendominasi dengan 30 regu. Para peserta berasal dari berbagai kota di kawasan Jabodetabek, meliputi Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
“Kami tidak terlalu mempersoalkan kuantitas karena yang terpenting adalah kualitas pertandingan dan kesungguhan setiap regu dalam mengikuti seluruh rangkaian lomba. Dengan 19 pangkalan yang terlibat, kami melihat keberagaman karakter dan gaya kepramukaan dari masing-masing daerah, dan itu justru memperkaya pengalaman bersama,” tutur Sumarno.
Lomba Kejar Bintang 2026 akan mempertandingkan beragam mata lomba yang menguji sisi intelektual, teknis, dan fisik para penggalak. Mata lomba tersebut meliputi Pengetahuan Kepramukaan, Topografi, Peta Pita, Semaphore, Morse, Sandi, Best Player, Pionering, Tandu, Evakuasi, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan Yelling. Sumarno menjelaskan bahwa setiap mata lomba dipilih secara cermat untuk memastikan seluruh aspek kecakapan pramuka terukur dengan baik.
“Pengetahuan kepramukaan menguji wawasan kebangsaan dan sejarah gerakan pramuka, sementara topografi dan peta pita melatih kemampuan navigasi dan membaca medan. Semaphore, Morse, dan sandi adalah keterampilan komunikasi yang sangat penting dalam kegiatan lapangan. Kemudian pionering, tandu, dan evakuasi menguji keterampilan teknis dan pertolongan pertama, sedangkan PBB dan yelling mengasah kedisiplinan dan kekompakan regu,” papar Sumarno.
Ia juga menambahkan bahwa kategori Best Player menjadi salah satu sorotan karena lomba ini menilai individu yang dinilai paling unggul secara menyeluruh dalam berbagai aspek selama kompetisi berlangsung.
Lebih lanjut, Sumarno menyampaikan bahwa seluruh mata lomba tersebut tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga untuk membekali peserta dengan keterampilan hidup yang bermanfaat.
“Misalnya dalam lomba evakuasi, peserta belajar bagaimana mengevakuasi korban dengan benar menggunakan tandu darurat. Ini adalah keterampilan nyata yang sangat berguna di kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan pionering, mereka belajar membuat struktur dari tongkat dan tali yang melatih logika dan kerja sama tim,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, panitia menggandeng sejumlah mitra dan sponsor. Sumarno mengungkapkan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan berskala regional ini.
“Kami mendapatkan dukungan penuh dari Pasadena, Sari Roti, Salemba Group (SG), Papyrus, dan Sabil HT. Mereka tidak hanya membantu secara finansial tetapi juga dalam bentuk konsumsi dan perlengkapan teknis yang dibutuhkan peserta selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Sumarno juga menyampaikan harapannya agar dukungan dari para sponsor dan pemerintah daerah setempat terus mengalir di tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap ke depan, Lomba Kejar Bintang bisa menjadi agenda tahunan yang dinanti oleh seluruh pramuka penggalang di Jabodetabek. Kami juga membuka peluang bagi lebih banyak pangkalan dan daerah untuk turut serta, sehingga jalinan silaturahmi dan solidaritas semakin kokoh,” pungkas Sumarno. (*)
