HomePendidikan397 Siswa SMPN 23 Depok Ukir Pengalaman Kepemimpinan dalam Perjusa 2026

397 Siswa SMPN 23 Depok Ukir Pengalaman Kepemimpinan dalam Perjusa 2026

Jabaran.id — Sebanyak 397 siswa kelas VII dan VIII SMPN 23 Depok mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang berlangsung pada 19 hingga 20 Juni 2026. Mengusung tema ‘Menjadi Pemimpin yang Berintegritas melalui Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Pengambilan Keputusan’, kegiatan ini digelar sebagai sarana pembentukan karakter, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai kepemimpinan bagi siswa.

Perkemahan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter dan penguatan pendidikan kepemimpinan siswa yang termasuk dalam ranah kokurikuler. Wakil Kepala SMPN 23 Depok Bidang Kesiswaan, Atiek Indriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengasah kemampuan non-akademik yang tidak kalah pentingnya dengan pencapaian di dalam kelas.

Perjusa SMPN 23 Depok 2

“Perjusa ini kami selenggarakan sebagai wadah bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, serta terampil mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” ujar Atiek Indriani saat ditemui di lokasi perkemahan, Sabtu (20/6/2026).

- Advertisement -

Hari pertama kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta, guru pendamping, dan panitia. Setelah upacara, para siswa mengikuti kegiatan tracking menuju Hutan Jambore, yang menjadi wahana pembelajaran lapangan untuk melatih ketahanan fisik, kerja sama kelompok, serta kemampuan memecahkan masalah.

“Tracking ke Hutan Jambore bukan sekadar berjalan kaki. Di sana ada tantangan yang mengharuskan mereka berkomunikasi efektif dan saling mendukung. Ini adalah simulasi nyata dari bagaimana seorang pemimpin harus mampu menggerakkan timnya di medan yang tidak mudah,” tutur Atiek.

Perjusa SMPN 23 Depok 3

Setelah kegiatan tracking, rangkaian dilanjutkan dengan Latihan Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) yang bertujuan menanamkan kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan istirahat, sholat, dan makan siang (ishoma) sebelum memasuki rangkaian acara malam hari.

Memasuki malam hari, ada pelaksanaan api unggun. Setiap kelas menampilkan berbagai pertunjukan kreatif, mulai dari pentas seni, yel-yel, hingga penampilan kelompok yang menunjukkan kekompakan dan kreativitas siswa. Atiek menegaskan bahwa api unggun bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk mempererat kebersamaan dan menguji keberanian siswa dalam tampil di depan umum.

“Api unggun adalah momen di mana mereka belajar mengekspresikan diri, bekerja sama dalam kelompok, dan menghargai penampilan teman-temannya. Ini bagian dari pembentukan karakter percaya diri dan empati,” tambahnya.

Perjusa SMPN 23 Depok 4

Pada hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan muhasabah bagi peserta muslim yang bertujuan menumbuhkan kesadaran diri, rasa syukur, serta refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan dan kepemimpinan. Atiek menjelaskan bahwa momen muhasabah menjadi pengingat bagi siswa untuk selalu introspeksi sebelum memulai aktivitas. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah dan senam pagi untuk menjaga kebugaran serta membangun semangat peserta.

Setelah senam, para siswa mengikuti berbagai kegiatan *outbound* yang dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepercayaan diri, serta keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Melalui berbagai tantangan dan permainan kelompok, peserta belajar pentingnya kerja sama dan kepemimpinan dalam mencapai tujuan bersama.

“Dalam outbound, mereka dihadapkan pada masalah yang harus dipecahkan bersama. Di sanalah terlihat siapa yang mampu mengambil inisiatif, siapa yang bisa mendengarkan pendapat orang lain, dan bagaimana mereka mencapai konsensus. Itu semua adalah cerminan kepemimpinan yang sesungguhnya,” jelasnya.

Atiek juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Perjusa tahun ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru pendamping, pembina, hingga tenaga kependidikan yang turut mendampingi dan memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari semua pihak di sekolah. Tanpa kerja sama yang solid, kegiatan sebesar ini tidak akan berjalan dengan tertib dan aman,” ungkapnya.

Sepanjang dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari kegiatan fisik hingga momen refleksi. Tidak ada kendala berarti yang dilaporkan selama kegiatan berlangsung, berkat persiapan matang yang dilakukan oleh panitia dan dukungan penuh dari pihak sekolah.

“Kami ingin mereka membawa pulang bukan sekadar sertifikat, tetapi pengalaman berharga tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang tidak hanya pandai memerintah, tetapi juga mau mendengar, peduli, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan banyak pihak,” pungkasnya. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here