HomePendidikanSantunan 10 Muharram di SDN Mekarjaya 12, Wujud Kepedulian dan Penguatan Karakter...

Santunan 10 Muharram di SDN Mekarjaya 12, Wujud Kepedulian dan Penguatan Karakter Siswa

Jabaran.id — SDN Mekarjaya 12 menggelar kegiatan santunan dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriyah, yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai momen istimewa bagi anak yatim. Sebanyak 13 siswa dari sekolah tersebut menerima santunan dalam acara yang menjadi agenda rutin tahunan ini.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Mekarjaya 12, Aden Irfan Dedy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap sesama, khususnya bagi siswa yang membutuhkan. Menurutnya, peringatan 10 Muharram memiliki makna tersendiri dalam ajaran Islam yang patut dihayati oleh seluruh warga sekolah.

Santunan SDN Mekarjaya 12 a

“Setiap 10 Muharram, di agama Islam dianggap sebagai lebaran anak yatim. Ini adalah kegiatan yang memang rutin diadakan di SDN Mekarjaya 12 untuk berbagi terhadap sesama untuk mereka yang membutuhkan,” ujar Aden Irfan Dedy.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Aden menyampaikan bahwa pemberian santunan kepada 13 siswa tersebut merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai ajaran Islam di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadi budaya yang terus dipupuk di kalangan siswa.

“Kegiatan santunan ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang kami tanamkan. Anak-anak diajarkan bahwa berbagi itu indah dan menjadi bagian dari iman,” jelasnya.

Kepala SDN Mekarjaya 12, Epon Sumiarsih, menegaskan bahwa acara ini merupakan kegiatan sosial yang memiliki tujuan lebih dalam daripada sekadar pemberian bantuan materi. Menurutnya, santunan ini menjadi sarana untuk membentuk rasa kepedulian sosial di dalam diri setiap siswa.

“Ini adalah kegiatan sosial untuk berbagi terhadap sesama. Jadi membentuk rasa kepedulian dalam diri siswa, tentang bagaimana dirinya memiliki peran untuk bisa membagikan sedikit rezekinya kepada orang lain yang memang membutuhkan bantuan,” ungkap Epon Sumiarsih.

Epon juga menyoroti sisi psikologis dari kegiatan ini, terutama bagi siswa yang berstatus yatim. Ia menjelaskan bahwa santunan bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan penguatan kepercayaan diri bagi anak-anak yatim bahwa mereka diperhatikan dan tidak sendiri.

“Selain itu, ini juga sebagai penguatan kepercayaan diri siswa yang berstatus yatim, bahwa orang di sekitarnya peduli terhadap mereka,” tambahnya.

Dengan adanya perhatian dari sekolah dan teman-teman sebaya, kata Epon, diharapkan para siswa yatim merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berprestasi. Kegiatan ini juga mengajarkan kepada seluruh siswa bahwa kepedulian sosial adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap kegiatan santunan 10 Muharram di SDN Mekarjaya 12 dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Menurutnya, momentum hari besar Islam seperti 10 Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang di lingkungan pendidikan.

“Kami berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan seperti ini sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai agama dan pendidikan karakter. Semoga semua siswa bisa merasakan kebersamaan dan kepedulian di sekolah ini,” pungkas Epon Sumiarsih. (*)

TERBARU

spot_img

POPULER

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here